
GRESIK (bangsaonline) - Masih kurangnya jatah pupuk, terutama pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Gresik, membuat Bupati-Wabup Sambari Halim Radianto-Moch Qosim memutar otak. Orang nomor satu dan dua di Pemkab Gresik ini akhirnya memutuskan meminta tambahan jatah pupuk ke PT PG (Petrokimia Gresik).
"Kami melalui Wakil Bupati sudah mendatangi PT Petrokimia Gresik untuk
meminta tambahan kuota pupuk,” kata Sambari saat memberi sambutan pada acara
sambungrasa di Balai Desa Mentaras Kecamatan Dukun, Selasa (22/4/2014).
Menurut Sambari, jatah pupuk untuk masyarakat petani di Gresik pada musim tanam
bulan Apri-September 2014 setelah mendapat tambahan masing-masing, untuk jenis
Urea 1.221 ton dari kuota sebelumnya, 1.050 ton. Pupuk Phonska naik menjadi
1.241 ton dari kuota semula 1.059 ton. “Saya kira jumlah ini cukup untuk
kebutuhan petani pada musim tanam April-September 2014,” jelasnya.
Untuk itu, Sambari berharap dengan adanya penambahan jumlah kuota pupuk agar
semua kelompok tani yang ada di Gresik bisa menebus jatah pupuk tersebut. “Kalau
jatahnya pupuk sudah ditambah, kami mohon semua petani melalui para ketua
kelompok taninya untuk segera menebus. Karena kalau tidak ditebus, pada musim
tanam yang akan datang akan dikurangi, karena dianggap petani tidak butuh pupuk
bersubsidi,” terangnya.
Pada acara sambungrasa yang diadakan Bapelu (Badan Penyulu) yang dihadiri oleh
sekitar seribu orang masyarakat Kecamatan Dukun dan sekitarnya, serta para
kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Gresik, Sambari mengaku sengaja
menjelaskan tentang permasalahan pupuk. Sebab, banyak petani yang menelepon dirinya.
“Mereka mengeluhkan kesulitan mendapatkan pupuk,” katanya.
Sementara kepala Bapelu Pemkab Gresik, Labat Wibowo mengakui, secara nasional
ada pengurangan jatah pupuk bersubsidi untuk seluruh Indonesia. Hal ini sebagai
langkah untuk memperbaiki struktur tanah yang semakin tahun semakin kurus. “Dalam
beberapa kali percobaan, penggunaan pupuk organik terbukti dapat memperbaiki
struktur tanah menjadi semakin subur. Hal ini karena pupuk organik dapat
menyerap dan menyimpan air lebih tinggi sampai 1-2 bulan, karena pupuk organik
memperkaya unsur hara baik mikro maupun makro,” katanya.
Labat menambahkan, penggunaan pupuk organik pada tanaman padi juga dapat
meningkatkan kualitas produksi beras. Beras bisa lebih bagus, awet dan ketika
disimpan lama beras tidak mudah rusak. “Juga aroma rasa beras dengan pupuk
organik lebih enak dibanding dengan beras yang memakai pupuk buatan,” pungkasnya.



