Kajian Terakhir Semester 1, Aswaja Centre Melangkah pada Fase Kaderisasi

SURABAYA (bangsaonline) - Kajian Islam Aswaja atau Kiswah oleh Aswaja Centre NU Jawa Timur memasuki akhir semester 1 kemarin (19/4/2014). Di forum tersebut, digelar bahtsul masail tentang sejarah, metode dan perkembangan pengambilan hukum dalam Islam.

Diisi oleh KH Romadlon Khotib, para ashabi--panggilan para peserta kajian di Aswaja Centre NU-- dengan serius menyimak paparan tentang sejarah dan metode pengambilan hukum Islam. Puluhan peserta kajian yang digelar setiap hari Sabtu itu begitu antusias mengkuti paparan narasumber.

KH Abdurrahman Navis, Ketua Aswaja Centre NU Jatim, mengaku gembir hingga akhir semester 1 Kiswah terus dipenuhi peserta. Itu menandakan kajian Aswaja Centre diminati banyak pemuda NU. "Diharapkan ke depan lebih banyak lagi," ujarnya.

Kiai Navis menambahkan, tiga fase gerakan Aswaja Centre digalakkan dalam menjaga benteng pemahaman dan ideologi NU,Ahlussunnah wal Jamaah. Yakni ta'rif atau publikasi, ta'lim atau penularan pemahaman dan terakhir takwin atau kaderisasi. "Dulu fase Aswaja Centre adalah ta'rif atau publikasi," katanya.

Sekarang, lanjut Kiai Navis, Aswaja Centre sudah memasuki gerakan ta'lim. Yakni penyebaran pemahamas Aswaja secara luas. Fase ini memunculkan dua program utama, yaiut Kiswah dan dauroh. "Selain Kiswah sejak beberapa bulan sebelumnya kita sudah melakukan dauroh Aswaja ke daerah-daerah," tandasnya.

Dauroh Aswaja, jelas Kiai Navis, dimaksudkan untuk menerbitkan kader-kader Aswaja dengan memberikan bekal pemahaman matang tentang Ahlussunnah wal Jamaah. Gerakan lainnya untuk tujuan ini adalah gerakan pendekatan takmir-takmir masjid dan kampus.

"Tentu itu dalam rangka menuju pada fase takwin, kaderisasi. Diharapkan nanti banyak pejuang-pejuang dan kader-kader NU yang mampu membentengi Ahlussunnah wal Jamaah," kata Kiai Navis.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: