KENA: Para pelajar yang tertangkap basah sedang 'sekolah' di warung kopi. foto: haris/BANGSAONLINE
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com – Sedikitnya 29 pelajar dari beberapa sekolah di Kota Lamongan terjaring razia yang digelar Satpol PP Lamongan. Ada di antaranya yang tertangkap basah sedang ngopi sambil bermain remi, ada juga yang memilih tempat permainan Play Stasion (PS) sebagai sekolah mereka, Senin (28/9).
Seperti biasa, razia kali ini juga diwarnai dengan aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelajar yang nekat naik ke atas genting untuk menghindari petugas.
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
- Eks Kepala UPT Bantah Isu Jual-Beli Kios Pasar Hewan Bakalanpule Lamongan
- Jasa Bakar Kepala Kurban di Lamongan Diserbu Warga, Empat Tungku Tak Cukup
Kepala Satpol PP Lamongan, Tony Tamtama Jati melalui Kabid Oprasi dan Pengamanan, Alfian Helmy pada BANGSAONLINE.com Senin (27/9) menyatakan para pelajar ini kedapatan membolos dijam pelajaran.
"Mereka kedapatan memilih warung kopi dan tempat PS sebagai tempat alternatif bolos sekolah," ungkap Helmy.
Selanjutnya, menurut Helmy, para pelajar yang terjaring akan dilakukan pembinaan di Kantor Satpol PP. Selain itu, petugas Satpol PP juga akan memanggil pihak sekolah dan orang tua siswa dan siswi yang membolos sebagai efek jera.
"Kita akan lakukan razia yang sama dalam waktu yang tidak ditentukan hingga para pelajar ini benar-benar sadar akan kewajibannya belajar di tempat semestinya yakni sekolah bukan di warung kopi atau PS," tandasnya. (ais/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




