SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Suharti (53) berangkat dari Blitar menuju Asrama Haji Sukolilo (AHS) dengan menggunakan ambulan. Ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan terburuk, dikarenakan dia menderita stroke, sejak dua bulan lalu.
Sakit stroke ini didapat Suharti yang mempunyai riwayat penyakit darah tinggi saat dia terlalu bersemangat menguruskan berkas haji ayahnya dan dirinya.
Bahkan, untuk berbicara pun, warga Kedung Bunder Sutojaya RT01 RW02 Blitar inikesulitan. Untuk komunikasi, dilakukan lewat menunjuk alfabet. Meski begitu, Suharti, dan bapaknya, Kahar Samidi tetap berangkat haji.
Pada awalnya, keluarga Suharti ingin menunda keberangkatan, tetapi pembimbing KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al-hikmah Blitar Muhammad Asrori menyemangati, dan menyakinkan keluarga, untuk tetap berangkat. Sehingga, mereka akhirnya tetap berangkat.
"Bagi jemaah yang sakit, yang penting mempunyai semangat yang tinggi dan menyakini semua yang terjadi adalah kehendak dari Allah, dan kalau Allah menghendaki pasti bisa berangkat dan sakit itu pasti ada obatnya. Di Makkah kan tempatnya mustajabah, sehingga ketika di sana kita memohon," kata Asrori, petugas KBIH Al-hikmah.
"Satu jemaah saya, bernama Tamyis juga warga Blitar, ketika berangkat haji, stroke sangat parah hingga kakinya meluntir, dan sulit berbicara. Pulang haji, dia bisa berkomunikasi dan memimpin doa, lebih sehat dari sebelumnya," tambah dia.
Ansori memberikan petuah, menolong lebih baik daripada yang ditolong. "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi, jemaah saya semua sudah siap membantu Suharti, dalam keadaan apapun. Bahkan menolong sampai mulai mengganti pakaian, mengatur makannya, semua mau," ungkapnya.
Meski begitu, Suharti mengungkapkan jika dia tak ingin merepotkan orang lain. Di AHS, Suharti kerap menangis, karena faktanya dia kemungkinan merepotkan orang lain. (sby2/rev)




