SURABAYA (bangsaonline) - Selama bulan Maret sampai 16 April 2014, Polrestabes Surabaya beserta Polsek jajaran telah mengungkap 186 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sementara dari jumlah kasus tersebut, jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 197 orang.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta dalam keterangannya mengatakan, Polrestabes Surabaya khususnya Satreskrim dan Polsek jajaran berhasil mengungkap beberapa kasus tindak pidana khususnya 3C. Keberhasilan dalam pengungkapan kasus ini, dikarenakan padatnya agenda pengamanan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, mulai pengamanan Pileg 2014 sampai pada ujian nasional (UN).
Walaupun demikian, kepolisian masih tetap menjalankan tupoksi yang ada. Khususnya Polrestabes Surabaya yang didukung Polda Jatim dan Brimob, terus melakukan tugas yang ada,berupa operasi dan razia.
"Dari rasia dan operasitersebut Polrestabes Surabaya dan Polsek jajarantelah berhasil mengungkap 186 kasus 3C dengan 197 tersangka," terangnya.
Kapolres menjelaskan, dari kasus 3C yang berhasil diungkap. Kasus yang menonjol adalah curat, dimana kasus yang ditangani sebanyak 97 kasus dengan jumlah tersangka 119. Namun perlu dipahami,fokus pengungkapan kasus 3C, ini karena kejadian yang mendominasidi masyarakat.
Polsek yang paling banyak mengungkap kasus 3C adalah Polsek Wonokromo. Ini sesuai dengan wilayah dan kerawanannya. Sedagkan Polsek yang paling sedikit di daerah Pakal
"Bukan berarti kasus yang lain tidak diperhatikan, tetapi yang paling banyak ditemukan adalah 3C, sesuai wilayahnya, Polsek Wonokromo, merupakan paling banyak mengungkap kasus tersebut, sedang paling sedikit Polsek Pakal," jelas Setija
Dalam pengungkapan kasus 3C ini tidak ada modus baru. Kapolres kembali menjelaskan, namun para pelaku ini sangat memprihatinkan pihakya. Pasalnya pelaku yang didapatkan banyak usia dibawah umur. Yang melakukan aksinya dengan cara secara berkelompok tidak segan-segan melakukan penganiayaan terhadap korban. Tapi yang lebih memprihatinkan adalah hasilnya dibuat pesta miras.
Sedangkan barang bukti yang diamankan berupa mobil dua unit, sepeda motor 28 unit, sepeda pancal dua unit, kalung tiga buah, televisi dua buah, handphone 25 buah, tas 18 buah, senjata tajam (sajam) satu buah, laptop tujuh buah, obeng tiga buah, LPG satu buah, tujuh buah helm dan uang tunai Rp 27.416.000.




