
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Munculnya penipuan kepada keluarga calon haji (calhaj) terkait musibah ambruknya crane di Makkah, membuat Penyelenggara Pemberangkatan dan Pemulangan Haji Tulungagung, merilis Haji Center.
Petugas Muhammad Adam mengatakan, pihaknya merilis haji center untuk mengantisipasi kejadiaan penipuan ini. "Kita ada Haji Center untuk koordinasi dengan Karu dan Karom. Ini untuk meminimalisir aksi penipuan, termasuk antisipasi dropnya psikologis akibat dampak musibah crane. Waktu di Tulungagung kita sosialisasinya melalui KPIH, karena masih ada kegiatan manasik, dan ketika sudah di asrama kita melalui group WA. Dan kita sudah mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Kita sudah dapat informasi berapa korban dirawat di rumah sakit," kata dia.
Tugas Haji Center ini, harus menguatkan mental calhaj, jangan sampai nanti terbawa situasi, karena ada calhaj yang sebagian sudah sepuh, dan butuh pemberitahuan yang sifatnya manual. Adapun Karom dan Karu maupun Tim, kata Adam, sudah digembleng dan harus mampu menyelamatkan anggotanya.
Sementara Kemenag Jatim melalui Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Kantor Wilayah Jatim HM Sakur, mengimbau keluarga calhaj tak mudah memercayai informasi dari pihak luar, terkait musibah crane di Makkah.
Pasalnya, musibah ini dijadikan modus penipuan, di mana si penipu mengatasnamakan polisi atau petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia) memberi tahu kalau ada calhaj yang kecelakaan dan ujung-ujungnya minta ditransfer sejumlah uang.
"Kalau ada telepon yang mengatasnamakan PPIH atau siapapun yang terkait dengan peristiwa crane Makkah, tolong jangan dihiraukan, karena ketika ada orang yang seperti itu cuma abal-abal, langsung aja konfirmasi kedepag-depag se-Jatim atau langsung menghubungi embarkasi Surabaya," ujarnya.
Untuk diketahui, modus penipuan ini sudah memakan korban, yaitu keluarga Bapak Fathurrohman (petugas TPHD Magelang). Saat itu dirinya dihubungi seseorang dan diminta transfer sejumlah uang biaya pengobatan akibat kecelakaan crane di Makkah. Karena panik, keluarga langsung melakukan transfer ke rekening milik penipu yang mengaku dari petugas berwajib. (sby2/ros)



