KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan Kementerian Agama Kabupaten Kediri, memberangkatkan calon jamaah haji (CJH) selama tiga hari berturut-turut. CJH yang berangkat ke tanah suci Mekah, diberangkatkan dari halaman depan Kantor Kabupaten Kediri.
Kabid Humas Kemenag Kabupaten Kediri, Paolo Jose Ximenes, mengatakan pemberangkatan CJH Kabupaten Kediri dibagi 3 kloter. Para CJH ini, mulai dari berangkat hingga pulang biayanya ditanggung oleh Pemkab Kediri.
"Hari pertama Senin (14/9) petang, kloter 61 kita berangkatkan 445 CJH dengan naik Bus. Dan hari Selasa kloter 62, berjumlah 443 CJH. Mereka kita berangkatkan ke asrama haji Sukolilo, Surabaya. Berangkat dan penjemputan ke asrama haji Sukolilo Surabaya biaya ditanggung oleh Pemkab Kediri," jelas Kabid Humas Kemenag Kabupaten Kediri, Selasa (15/9).
Esoknya, Rabu dini hari 01.00 WIB, kloter 64, akan diberangkatkan bersama CJH Surabaya dan Kota Blitar. Dari sekian CJH di Kabupaten Kediri, hanya dua peserta CJH tidak ikut melaksanakan ibadah tersebut dengan alasan meninggal dunia. "Para CJH Kabupaten Kediri sudah siap berangkat ke Mekah meskipun ada yang berusia tua dan ada yang menggunakan kursi roda," tutur Paolo Jose Ximenes.
Pasca runtuhnya crane di Masjidil Haram dengan korban ratusan jiwa, Kabid Humas Kemenag Kabupaten Kediri, mengimbau kepada CJH Kabupaten Kediri agar waspada. "Kami juga berpesan kepada CJH Kabupaten Kediri yang berangkat ke Mekkah harap hati-hati dan waspada atas peristiwa runtuhnya crane di Mekah," tandasnya. (kdr1/rif/rev)




