Calhaj Asal Sumenep ini Hendak Naik Haji sambil Bawa Ribuan Jamu Herbal

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya di Asrama Haji Sukolilo menemukan 31 koper berisi ribuan jamu herbal merk Rumput Patimah, yang dibawa satu calhaj Kloter 51 asal Sumenep, Jum'at (11/9).

Abdul Rahman, calhaj pembawa ribuan jamu Rumput Patimah, asal Desa Romben Barat, Kecamatan Dungkek, Sumenep, mengaku jamu ini hanya titipan dari teman.

"Iya benar itu tas saya, tapi barang yang di dalam itu (jamu,red) bukan milik saya, hanya titipan teman agar disampaikan kepada saudaranya di tanah suci," terangnya, kepada petugas Aviation Securiti (AVSEC), yang sedang berjaga di mesin X-ray, di gedung pemeriksaan tas Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jumat (11/9).

Ditanya tentang baju dan perlengkapan pribadinya, ia mengaku dirinya mengalah dengan menyimpan baju dan perlengkapan pribadi di atas tumpukan jamu, namun hanya berjumlah sedikit.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya HM Sakur mengatakan 31 koper itu beratnya melebihi ketentuan maksimal 32 kilogram. "Kami juga mencurigai isi di dalamnya berupa barang terlarang atau ada juga yang tidak terlarang, tapi jumlahnya melebihi ketentuan," katanya didampingi Wakil Sekretaris HM Sutarno P dan staf Humas Bagus Boediman.

Menurut Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim ini, selain jamu, barang lain yang tidak diperkenankan untuk dibawa ke tanah suci adalah, gunting, pisau, silet, celurit dan barang-barang cairan berupa kecap, minyak goreng, rokok dalam jumlah banyak, ikan asin, atau terasi, serta barang-barang lain yang mengandung gas yang mudah meledak.

"Itu aturan penerbangan yang berlaku secara internasional, rokok sebenarnya tidak dilarang hanya dibatasi maksimal 200 batang atau sebatas kepentingan pribadi," katanya.

Ada juga calon haji yang membawa ikan asin dan terasi dalam koper, sehingga baunya tetap menyengat, meski sudah dilapisi plastik. Ia mengatakan ada juga satu koper besar yang semua isinya merupakan rokok yang dibungkus dengan kain batik Madura.

"Mungkin saja, semua barang itu untuk keluarganya di Tanah Suci, karena di sana memang banyak mukimin asal Madura, tapi aturan penerbangan itu berlaku internasional," katanya.

Selanjutnya, semua barang yang telah disita akan diserahkan kepada petugas daerah untuk dibawa ke Kantor Kemenag di daerah masing-masing supaya dapat diambil keluarganya. (sby-2/ros) 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: