SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pelepasan calon haji (calhaj) Sumenep yang dilakukan Jumat (11/9) dini hari tadi dikejutkan dengan ledakan tabung penjual balon. Akibatnya, 1 ibu hamil tua pingsan seketika dan 8 orang lainnya mengalami luka bakar ringan.
Polres Sumenep, membenarkan kejadian tersebut, bahkan saat kejadian anggota Polres Sumenep langsung melakukan pengamanan, dan membawa korban ke rumah sakit. Sedangkan anggota Polres yang lain langsung melakukan olah TKP.
“Tadi malam kan anggota banyak di lokasi, jadi pas kejadian langsung melakukan pengamanan, termasuk melarikan korban ke rumah sakit,” kata Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana, melalui Kasubag Humas Polres AKP Hasanuddin.
Dikatakan, kejadian ledakan tabung balon tersebut terjadi menjelang detik-detik pelepasan calon jamaah haji oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim, di depan Masjid Jamik, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (11/09) sekitar pukul 01.30 Wib.
“Dugaan sementara meledaknya tabung milik penjual balon itukarena tekanan terlalu keras saat melakukan pengisian. Sehingga karbon yang ada dalam tabung panas dan terjadilah ledakan,” beber dia.
Nama-nama korban ledakan adalah Sitti Romlah, H. Isa, Nasura, ketiganya warga Desa Poreh Kecamatan Lenteng. Sedangkan enam orang korban sisanya adalah Mitasa, Hosnul Khatimah, Sahwiyah, Sitti Rahma, Natun, dan Sila, adalah warga Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.
“Korbannya ada 9 orang, dan semuanya masih dirawat di Rumah sakit Sumenep, tapi kondisinya sudah pulih, cuma belum boleh pulang,” pungkasnya.
Korban pingsan adalah Sitti Romlah (21), warga Desa Poreh, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Dia pingsan begitu tabung balon yang ada didekatnya meledak. Wanita yang sedang hamil tua, baru tersadar pada pukul 04.00 WIB.
“Istri saya langsung pingsan begitu mencium bau gas yang keluar dari tabung penjual balon, untungnya dia tidak mengalami luka apa-apa, hanya saja ia tidak bangun hingga saat ini,” kata Kasmito Yulihadi (30), suami Sitti Romlah, saat ditemui di rumah sakit, Jumat (11/9). (fay/rvl)




