SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Masalah visa yang selama ini membuat resah calon jemaah haji (calhaj) dan yang menjadi sorotan utama keberangkatan akhirnya rampung 100 persen. Hal ini diungkapkan HM Sakur, Kepala Bidang haji Kemenag Jatim.
"Alhamdulillah, akhirnya Kedutaan Besar Arab Saudi telah mengirimkan semua visa yang kemarin 80 orang asal Embarkasi Surabaya sempat tertunda. Dengan demikian dipastikan jemaah calon haji Embarkasi Surabaya semuanya dapat berangkat ke tanah suci," terang HM Sakur, Kepala Bidang haji Kemenag Jatim, Kamis (10/9/2015).
Sakur mengakui memang terjadi banyak keterlambatan dalam hal penerbitan visa bagi calon jemaah haji Indonesia. Hal ini disebabkan karena butuh waktu lebih untuk penyesuaian dengan sistem baru e-hajj yang baru dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi.
"Memang sistem e-hajj telah disosialisasikan sejak tahun lalu, namun di tengah proses persiapan haji terjadi perubahan yang mengakibatkan kurangnya waktu pemasukan data calon jemaah haji," paparnya.
Sistem e-hajj berkiblat pada sistem paket data jemaah. Sebenarnya kebijakan ini memudahkan pendataan, namun memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk mendapatkan visa keberangkatan, prosesnya cukup panjang.
"Karena data yang dimasukkan tidak hanya nama, warga negara, alamat, dan foto, tetapi juga maskapai yang digunakan untuk pergi dan pulang, hotel yang ditempati, dan juga perusahaan katering yang dipakai selama menunaikan haji di sana," teranganya.
Dengan rampungnya visa ini, Sakur mengungkapkan jika pihaknya akan segera menghubungi para (CJH) baik yang masih berada di rumah atau di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) untuk dicarikan kursi tambahan.
“Segera kita hubungi jemaah yang masih di rumah masing-masing. Dan untuk pemberangkatannya, kita carikan kloter yang ada kursi kosongnya,” ucapnya.
Hingga gelombang kedua ini panitia penyelenggara ibadah haji embarkasi Surabaya telah membrangkatkan 21.000 CJH ke Tanah Suci. Sakur berharap pada 2016 mendatang, tidak ada lagi masalah mengenai visa dan lain-lain.(Sby-2)




