Embarkasi Surabaya Tiap Menit Pantau Badai Pasir di Saudi Arabia

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Embarkasi Surabaya melakukan pemantauan terus-menerus, bahkan per menit terkait badai pasir yang terjadi di Madinah, akhir-akhir ini.

"Saya mendapat informasi tiap menit dari Madinah ke saya, karena kami ada program telegram maupun WA yang diwajibkan bagi petugas," kata Abdul Haris, selaku Ketua Bidang Pembinaan Petugas dan Jemaah.

Diketahui, badai pasir tersebut membuat arus penerbangan terganggu, karena pesawat yang seharusnya ke Jeddah harus dialihkan terlebih dahulu ke Madinah untuk transit.

Badai terakhir terjadi pada pukul 17.00-19.00 waktu arab saudi (WAS), sehingga seharusnya ada pesawat yang mendarat di Jeddah pada pukul 19.00 WAS, bergeser dan mendarat di Madinah, untuk transit sementara.

"Rata-rata pesawat transit selama 2 jam di Madinah, setelah itu, menuju bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Ada 5 penerbangan dari Jakarta dan embarkasi lain," kata Haris.

Pihak embarkasi Surabaya mengimbau para calhaj agar senantiasa mengenakan masker. Jika tak terlalu penting, sebaiknya tetap tinggal di maktab (pondokan).

"Ini sudah diinformasikan kepada calhaj begitu tiba di Asrama Haji Sukolilo (AHS) dan juga saat acara pemantapan ketua regu dan ketua rombongan, agar betul-betul mengawasi dan mendampingi," tambah Haris.

Haris juga mengungkapkan Calhaj perlu menyiapkan kacamata, meski tak terbiasa berkacamata. Sebab, ketika badai datang, kacamata itu bisa dipergunakan untuk melindungi mata.

Faktanya, ada calhaj yang berada di AHS membeli kacamata. Meski tujuan awalnya bukan untuk mengantisipasi badai pasir. Sutarnudin dari kloter 49 asal NTT, mengaku beli kacamata untuk untuk melindungi dari sinar matahari, pengaruh sinar uv, dari debu. (sby-2/ros) 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: