Lebih Murah, kini Pengusaha Tahu Pilih Kedelai Lokal

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Pengusaha tahu di Lumajang mengakui jika kedelai lokal dari petani setempat lebih berkualitas ketimbang kedelai impor yang berada di pasaran.

Kedelai lokal dapat menghasilkan tahu yang lebih baik serta rasanya lebih gurih. "Masyarakat pun lebih suka dengan tahu dari kedelai lokal," kata Rianto (39) seorang pengusaha tahu di Dusun Darungan, Desa Dawuhan Lor, Kecamatan Sukodono, kemarin, Selasa (01/09).

Untuk harga kedelai lokal lebih murah dari kedelai impor. Harganya bisa berselisih Rp 300 per kilogramnya. Kini harga kedelai impor di pasaran sendiri sudah berada di kisaran Rp 7.000 per kg.

Namun disayangkan, kata Rianto, jumlah pasokan kedelai lokal di Lumajang sangat terbatas. Hanya di musim tertentu kedelai lokal baru ada.

Selain minimnya lahan yang digarap untuk kedelai, petani di Lumajang juga hanya sedikit yang berminat mengelolah lahannya untuk kedelai. "Petani kedelai di Lumajang jarang," ungkapnya.

Saat musim panen kedelai, Rianto mengaku petani yang langsung datang padanya menawarkan hasil panennya. Namun jumlahnya hanya cukup untuk 3 kali produksi. "Saat musim panen, saya bisa dapat hingga 3 kwintal kedelai lokal," terang Rianto. Sedangkan sekali produksi ia menghabiskan 1 kwintal kedelai.

Rianto berharap ada campur tangan pemerintah yang lebih serius untuk memperhatikan petani kedelai dan juga pengusaha tahu. Karena melihat kualitas kedelai lokal yang tak kalah saing, potensi produksi yang lebih besar bisa direalisasikan. "Minimal untuk memenuhi kebutuhan produksi tahu di Lumajang," pungkasnya. (ron/ros)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: