BANYUWANGI (BangsaOnline) – Puluhan ibu-ibu hamil dari berbagai kecamatan, Selasa 15 April 2014 berkumpul di halaman belakang Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. Keberadaan calon-calon ibu ini untuk mengikuti lomba bercerita seputar pengalaman memberikan gizi terbaik kepada calon bayinya.
Satu persatu para calon ibu berdiri di depan podium sambil menceriterakan pengalaman selama kehamilannya. Sesuai tema yang ditentukan panitia, yakni Harapan Ibu Menjadi Anas Tokcer (Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas), hampir semua ibu-ibu ini membuat judul cerita yang mirip-mirip antara satu ibu dengan yang lain. Seperti, Dhea Iza Afqarina (20), Ibu hamil dari Desa Kradenan Purwoharjo ini mengangkat cerita dengan judul Sadar Gizi Jadikan Anak Tokcer Ciptakan SDM Unggulan. Dhea yang menyatakan selalu menjaga kehamilannya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi dengan harapan janin yang dikandungnya lahir dengan sehat dengan berat badan normal.
“Saya mengaca dari kehamilan saya pertama yang lahir prematur dengan berat badan 1,1 kilogram, dengan kehamilan kedua ini saya selalu memperhatikan gizi dan rutin periksa ke bidan atau posyandu,” terang Dhea.
Begitu juga dengan Diah Ayu Fitriastuti (23), peserta dari desa Singojuruh kecamatan Singojuruh yang menceritakan tentang kehamilannya yang sudah berusia 6 bulan 2 minggu. Dimana Diah menceritakan tentang gizi yang baik untuk perkembangan bayi dalam kandungannya. Selain memberikan gizi yang cukup kepada bayinya, dia juga sering membaca buku-buku pengetahuan maupun buku-buku cerita, dengan maksud agar anaknya kelak rajin membaca.
“Selain memberikan gizi yang cukup agar anak saya nanti Tokcer seperti program dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, anak saya juga saya beri cerita-cerita tentang Banyuwangi, agar nantinya kalau sudah besar dia lebih mencintai Banyuwangi,” ujarnya.
Sebelum mereka bercerita, mereka terlebih dahulu telah mengumpulkan naskahnya, sebagai bahan para juri untuk menentukan pemenang lomba cerita ini. Karena menurut para juri tidak hanya teknik penyampaian ceritanya saja yang menjadi penilaian tetapi juga penguasaan materi. “Selain penampilan di atas panggung, cara berceritera dan penguasaan materi menjadi poin-poin penilaian kami,” ujar Bidan Yulianingsih, salah satu juri.
Sementara itu, ketua panitia lomba ibu hamil bercerita, Ilyus Sofia menyampaikan, tujuan diadakannya lomba agar menumbuhkan janin bayi sesuai dengan program Bupati Banyuwangi, menuju anak Tokcer.
“Program pak bupati kan menuju Banyuwangi cerdas, dimana dimulai dari anak yang masih dalam kandungan ibu hamil, terutama pada usia 7, 8 dan 9 bulan sudah bisa diajak komunikasi,” ujarnya.
Sekedar diketahui, peserta lomba ini ibu-ibu hamil yang berasal dari 24 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua ibu hamil yang berusia antara 20 – 35 tahun dengan kondisi sehat dan fit serta tidak ada keluhan. Usia kandungan peserta masuk trimester tiga atau lebih. Selanjutnya, para pemenang dari lomba berceritera ini akan mendapatkan piagam penghargaan dari panitia berupa tropy dan uang pembinaan. Untuk Juara I, II dan III, masing-masing mendapat uang pembinaan Rp 750 ribu, Rp 600 ribu dan Rp 500 ribu.




