SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Jika di sinetron ada tukang bubur naik haji, di Sidoarjo kali ini ada kisah nyata, yakni tukang cari rumput naik haji.
Ya, berkat niat yang kuat untuk menjalankan ibadah haji dan ketelatenan menabung selama 10 tahun, akhirnya Achmad Sukarto Bin Matali (62) warga Dusun Kedayon RT 15 RW 04 Desa Sumput Kecamatan Sidoarjo yang sehari-hari sebagai buruh pencari rumput untuk pakan ternak sapi, bisa menunaikan ibadah sesuai rukum Islam kelima tahun 2015 ini bergabung dalam kloter 17 dari Sidoarjo embarkasi Surabaya.
"Saya punya niatan naik haji itu secara tidak sengaja sekitar tahun 2003. Ada warga yang menitipkan sapi untuk dipelihara. Setelah 2 tahun saya pelihara, ketika sapi dijual oleh pemiliknya, saya diberi bagian dari hasil penjualan sebesar Rp 5 juta. Saya bingung punya uang segitu. Kebetulan saya main ke rumah anak saya yang pertama. Lalu, anak saya bilang tabungkan untuk haji saja, pak, siapa tahu bisa naik haji beneran," terangnya.
Akhirnya, Sukarto nekad datang ke bank dan niat sungguh-sunguh untuk berangkat haji dan bekerja lebih giat. Selain mencari rumput untuk memberi makan sapi titipan orang lain, sisa rumput dijualnya. Hasil penjualan rumput ditabung. Setelah terkumpul selama 1 tahun, uang yang dicelengi di rumahnya kemudian disetor ke bank. Hal tersebut dilakukan selama 10 tahun.
"Alhamdulillah, Rabu (26/08), saya mendapatkan surat panggilan dari Kantor Kemenag Kabupaten Sidoarjo untuk menunaikan ibadah haji mengikuti kloter 17. Saya akan berangkat setelah sholat Jum'at besok (28/08)," pungkasnya. (cat/sho)




