
SURABAYA (bangsaonline) - Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono berjanji akan melacak pelaku SMS yang mengirimkan kunci jawaban soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMA 2014.
"Akan kami lacak meski sampai sekarang belum ada yang melaporkan mengenai bocoran kunci jawaban UN," ujar Unggung, disela mendampingi Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim dan Gubernur Jatim Soekarwo sidak ke beberapa sekolah penyelenggaran UN di Surabaya, Senin (14/4/2014).
Unggung memastikan pelaksanaan UN di Jatim berjalan aman. Pihak Polda telah menyiagakan 3.986 personil untuk mengamankan UN. Dua personil berjaga di tiap tempat pelaksanaan UN tanpa memakai pakaian seragam. Total sekolah tingkat SMA yang menggelar UN sebanyak 1.933.
Sementara, terkait isu bocoran kunci jawaban UN, Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof Muchlas Samani juga mengaku, sekitar seminggu lalu ia menerima SMS yang isinya kunci jawaban soal UN. Nomor pengirim SMS tidak tersimpan di handphonenya. "Saya tidak tahu siapa pengirimnya. Isinya itu kunci jawaban soal UN hanya 10 saja. Nah, untuk mendapatkan jawaban selengkapnya, pengirim menyantumkan nomor lain untuk dihubungi," ujar Muchlas, yang tadi ikut sidak.
Namun, ketika Muchlas menghubungi nomor tersebut tidak bisa. "Saya pikir itu hanya orang iseng saja. Tapi tetap saya laporkan ke Staf Ahli Mendikbud Bidang Komunikasi Media, Pak Sukemi. Kementerian pendidikan dan kebudayaan kan membuka posko pengaduan bagi yang menerima SMS bocoran kunci jawaban soal UN," terang dia.



