JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Ada yang berbeda di peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 tahun di Komplek Makam Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur. Ya, komplek makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan mantan Presiden RI ke-4 itu berhias nuansa merah putih.
Pantauan wartawan, makam KH Abdurahman Wahid atau yang lebih dikenal Gus Dur ini berhias taburan bunga merah putih di atas makam. Taburan bunga sengaja dibentuk mirip bendera merah putih di atas makam menggunakan bunga mawar untuk warna merah, dan warna putih menggunakan bunga melati dan bunga sedap malam.
Pengasuh pondok pesantren Tebuireng, KH Salahuddin wahid mengatakan bahwa taburan bunga di Makam Gusdur dibuat oleh pengurus pondok untuk memperingati hari kemerdekaan negara RI yang Ke -70.
"Semua itu yang buat pengurus pondok, guna ikut menyemarakkan peringatan kemerdekaan negera yang ke-70," ujarnya saat ditemui wartawan di dalem Kasepuhan Ponpes Tebuireng, Senin (17/8/2015).
Pria yang akrab disapa Gus Solah ini berharap dengan usia negara yang sudah 70 tahun, negara menjalankan amanah undang-undang dasar yang belum sepenuhnya dijalankan oleh negara.
"Selain perbaikan sistem pendidikan dan penghidupan kaum miskin agar lebih diperhatikan oleh negara karena itu salah satu dari amanah undang-undang," pungkasnya.
Selain Gus Dur, di Komplek makam pondok Tebuireng juga bersemayam dua pahlawan nasional. Yakni, Hadratussyaikh Hasyim Asyari yang merupakan pendiri NU dan KH Wahid Hasyim. Para tokoh tersebut merupakan ulama yang selalu mengobarkan nasionalisme. (jbg1/rvl)




