LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Bupati Lumajang Drs H As’at Malik MAg memberangkatkan arak-arakan 3 buah khas Lumajang, yang akan diberangkatkan ke Istana Negara Jakarta.
Yaitu Pisang Mas Kirana, Pisang Agung Semeru, dan Salak Pronojiwo. Ketiga buah itu akan menjadi suguhan untuk presiden dan jajarannya, serta tamu undangan dalam upacara Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2015.
Sebanyak 30 dos pisang mas kirana, 50 kilogram salak pronojiwo, dan puluhan lirang pisang agung semeru dinaikkan di pikap yang sudah dihias sedimikian rupa. Diberangkatkan dari pendopo dan buah diarak hingga KWT (Kawasan Wonorejo Terpadu), Kamis (13/8).
Pantauan di lokasi, Arak-arakan diikuti Forkominda dan asosiasi petani pisang ini, dikawal pihak kepolisian. Dalam arak-arakan itu juga ada musik gamelan khas Lumajang dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ikut mengiringi. Rencananya, sampai di Kawasan Wonorejo Terpadu, buah kemudian dipaketkan kembali dan dikirim ke Jakarta.
Bupati Lumajang As'at Malik dalam sambutannya mengatakan, ketika ketiga buah ini sudah bersertifikat dan diakui secara nasional, maka Lumajang turut andil dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan digulirkan akhir tahun ini. "Buah Lumajang siap menyongsong MEA," ujarnya.
Bupati berharap buah lain khas Lumajang juga bisa bersertifikat dan menyusul 3 buah ini. "Jeruk dan alpukat dari Lumajang semoga juga segera bersertifikat," harapnya.
Dalam pengembangan buah khas Lumajang, bupati juga menawarkan kepada invenstor di Lumajang untuk turut andil dalam peningkatan mutu buah khas Lumajang. "Pihak perbankan kalau bisa ikut bekerjasama," tawar bupati yang kebetulan sejumlah undangan perwakilan dari perbankan yang datang.
Ketika sudah dikenalkan ke Istana Negara, bupati ingin buah khas Lumajang yang sudah bersertifikat, juga dikenal dan banyak diminati oleh kota-kota lain. "Semoga kota-kota tetangga juga berminat memesan buah ini," pungkas bupati.
pisang mas kirana dan salak pronojiwo menjadi menu suguhan wajib setiap tahun ketika upacara bendera 17 Agustus di Istana Negara. "Pengiriman ini rutin setiap tahun untuk suguhan di sana (Istana Negara)," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Ir Paiman, MM.
Kedua buah sudah menjadi ikon Kabupaten Lumajang dan sudah diakui secara nasional asli dari Lumajang. "Kedua buah sudah diakui asli dari Lumajang, menyusul Pisang Agung yang terlebih dikenal," ungkapnya. (ron/rvl)




