Buntut Ricuh Muswil PAN Jatim di Kediri, 5 Pejabat Dipolisikan

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Insiden kericuhan yang terjadi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IV Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur di Gedung IKCC Hotel Insumo Palace, Kota Kediri, Jawa Timur berbuntut panjang. Pihak panitia penyelenggara muswil menempuh jalur hukum dengan melaporkan lima orang pejabat ke pihak kepolisian.

"Sangat disayangkan ternyata dalam insiden pengrusakan itu, terdapat beberapa pejabat. Kita sudah laporkan ke polisi dengan tuduhan pengerusakan dan pengeroyokan," ujar salah satu panitia dari DPW PAN Jatim Malik Effendi, di Kantor DPD PAN Kota Kediri, Selasa (11/8) malam.

Lima pejabat yang telah dilaporkan itu, imbuh Malik antara lain, Wakil Bupati Lamongan Amar Syaifudin, dua Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Agus Maimun dan Basuki Babussalam, Anggota DPRD Sidoarjo Haris dan Anggota DPRD Banyuwangi Sugiarto. Kelimanya telah dilaporkan secara resmi oleh panitia muswil ke Polres Kediri Kota.

"Tuduhan terhadap mereka adalah melakukan pengerusakan dan pengeroyokan, di tempat muswil. Sebab, selain terjadi kerusakan juga ada yang menjadi korban yaitu, satgas keamanan PAN. Dia diinjak-injak dan telah dibawa oleh kepolisian ke rumah sakit untuk dimintakan visum et repertum," beber pria yang ikut terpilih menjadi salah satu formatur di dalam hasil muswil tersebut

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muswil IV DPW PAN Jatim di Gedung IKCC Hotel Insumo Palace Kediri ricuh. Puluhan peserta yang diduga pendukung salah satu calon Masfuk melakukan protes keras, hingga berujung pada perusakan fasilitas di tempat muswil. Mereka tidak puas dengan pelaksanaan muswil yang dinilai tidak demokratis. (Baca juga: Pemilihan Formatur Muswil PAN Jatim Berlangsung Ricuh)

Seusai insiden, Anggota DPRD Jawa Timur Basuki Babussalam yang juga salah satu terlapor mengatakan, insiden yang terjadi merupakan dinamika di dalam internal PAN. Ia dan simpatisan pendukung Masfuk berharap, semua pihak mengetahui penyebab peristiwa itu ketimbang peristiwanya itu sendiri.

"Semua dinamika yang terjadi ini adalah internal dan kita sebenarnya prihatin. Karena bukan persoalannya yang terjadi, tetapi penyebabnya.
Atas peristiwa yang tidak lazim ini, kami memahami. Sehingga kegalauan, kesedihan itu mereka tumpahkan. Makanya menjadi penting adalah mari bangun demokrasi, jangan meniadakan satu dengan yang lainnya," kata Basuki Babussalam.

Muswil ke-4 DPW PAN Jatim sendiri akhirnya memutuskan, dan memilih empat orang formatur yang nantinya akan menentukan siapa Ketua DPW PAN Jatim tahun 2015. Dari keempat nama yang terpilih, Masfuk tidak ada di dalamnya. (rif/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: