JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Berkah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-33 di Jombang kali ini banyak dirasakan para pengusaha dipelbagai lini. Salah satunya, adalah usaha rental mobil.
Tingginya permintaan sewa mobil selama pelaksanaan even akbar ini membuat usaha persewaan mobil kebanjiran order. Para pengusaha rent car setempat pun tak mampu memenuhi kebutuhan kendaraan roda empat sejak awal pembukaan.
Tak ayal, pengusaha di daerah pinggiran pun turut menikmati berkah hajatan kalangan Nahliyin. "Kita dapat order 22 unit Innova untuk melayani Paspampres selama muktamar," ungkap Yasri, pemilik Shinta Rent Car, Surabaya.
Ia mengungkapkan, pihaknya mendapat order ini dari rekannya sesama biro jasa. "Mobil kami dapat order dari rekan kami di Jombang. Sebetulnya, permintaan unitnya tidak terbatas tapi karena kami hanya punya 22 unit ya ini kita bawa semuanya," ungkapnya.
Sunrice Rent Car, Sidoarjo juga mendapat banyak permintaan dari muktamirin. Meski demikian, Jimmy Andrianto, pengusaha rental mobil ini mengaku tidak menaikan tarif. "Kami dapat order banyak, tapi tarif tetap. Yakni, Rp 350 ribu per hari untuk unit Innova," tandasnya.
Hanya saja, setiap mobil yang dibawa mesti harus disertai sopir untuk keamanan. Sehingga penyewa harus menambah Rp 150 ribu per hari.
Selain perngusaha rent car, tukang ojek motor dadakan juga bermunculan di sekitaran Alun-alun. Para pengojek yang didominasi anak-anak muda ini menawarkan jasa antar jemput muktamirin dengan tarif bervariasi tergantung jauh dekat tujuan.
Kepiawaian menawar muktamirin pun diuji disini. "Ojekannya murah aja Mas, yang penting jalan," terang Wibowo seorang pengojek. Menurut pria berambut keriting ini, pihaknya turut merasakan berkah Muktamar. Dia mengungkapkan, per hari mendapat penghasilan rata-rata Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.
"Penghasilannya nggak mesti, kadang bisa Rp 500 ribu. Tapi kalau sepi hanya dapat Rp 300 ribu," akunya. Selama ini, Bowo mengaku mendapat order paling jauh ke Ponpes Darul Ulum di Peterongan tempat diselenggarakannya sidang komisi.
Minimnya penghasilan itu, dikarenakan sistem ojek yang digunakan adalah kelompok. Seorang pengojek yang sudah menerima order harus rela menunggu giliran lagi setelah semua rekannya mendapatkan order yang sama.
Dalam satu kelompok pengojek, anggota paling sedikit adalah 10 orang. Mereka, dapat ditemui di seputaran Alun-alun Jombang, tepatnya di jalan KH Achmad Dahlan yang menjadi pusat pembukaan muktamar NU ke-33 kali ini.
Bagaimana, anda berminat? (yep/rvl)




