JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Jalanan di seputaran Alun-alun Jombang yang menjadi tempat pembukaan Muktamar Nadlatul (NU) ke-33, 1 Agustus lalu berubah menjadi pasar tumpah. Ratusan pedagang kagetan dari "kota santri" dan sekitarnya mengais untung melalui penjualan souvenir dengan ikon ormas Islam terbesar di Indonesia ini.
Tak pelak, arus lalu lintas di jalan Bupati RAA Soeroadiningrat kerap macet akibat aktivitas pendamping muktamirin yang berburu oleh-oleh. Lebih-lebih di jalan HA Achmad Dahlan, para penjual menggelar dagangan di kedua sisi jalan dengan menjadikan trotoar sebagai media berjualan.
Walau demikian, sejumlah pengunjung mengaku cukup enjoy melihat adanya pasar tumpah ini yang menjadi arena cuci mata kala sore hari. "Enak jalan-jalan di sini, bisa lihat-lihat souvenir kali aja ada yang cocok bisa dibawa pulang," ujar Anshori pendamping muktamirin asal Lampung, (3/8) Senin.
Di antara sekian banyak dagangan yang dieber, atribut udeng dirasa paling manarik. Apalagi, motif hijau hitam pada ikat kepala ini mengingatkan pada udeng pendiri NU, KH Hasyim Asyari. Namun sayang, harga yang ditawarkan relatif mahal. "Ini harganya Rp 70 ribu Mas," cetus penjual udeng ini.
Karena mahal, tidak sedikit pengunjung yang batal membelinya. Mereka langsung balik kanan begitu mengetahui harga souvenir ini. Atribut lain yang juga dijajakan yakni kaos dengan aneka motif berbau NU. Selain itu, bros, topi, dan sendal yang semuanya menggunakan NU sebagai figuratif ornamen.
Namun, dari sekian banyak dagangan, akik tampaknya masih dihati. Nyatanya, tak kurang dari 20 penjual batu mulia di sepanjang jalan ini ramai dengan pembeli.
Arif Rahman ini, misalnya. Muktamirin asal Makassar ini rela berdesakan dengan pembeli lainnya untuk mencari batu idamannya. "Saya cari akik Junjung Drajat, sebab jarang ada di tempat saya," akunya.
Ia mengaku banyak pilihan barang yang ia cari tapi masih kurang sreg dengan hatinya. "Saya cari yang motif V nya simetris dan saya cari yang merah," tambahnya.
Ghoni, penjual akik asal Kota Mojokerto mengaku mendapat untung banyak selama perhelatan akbar ini. Pria berbadan kecil ini mengaku banyak menjual puluhan akik sejak buka sehari jelang pembukaan muktamar. "Alhamdulillah banyak rejeki Mas karena jualan disini," pungkasnya. (yep/rvl)




