
LUMAJANG (bangsaonline) - Sebaran peninggalan benda-benda purbakala di Kabupaten Lumajang sangat banyak. Hampir disetiap kecamatan di Lumajang memiliki benda-benda peninggalan purbakala. Selain situs yang insitu, banyak sekali benda purbakala yang termasuk benda-benda bergerak. Salah satu benda purbakala yang memiliki nilai penting dan merupakan data tertulis yang sangat lengkap baik angka tahun maupun cerita kehidupan masyarakat Lumajang dimasa lalu adalah Prasasti Pasrujambe.
Berdasarkan dari Berkala Arkeologi Tahun VII/Nomer 1/Maret tahun 1986, Prasasti Pasrujambe yang berjumlah 20 buah ini di temukan di Dusun Munggir, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe. Prasasti berangka tahun 1459 Masehi dan menjelaskan tentang kehidupan para brahmana di lereng timur gunung Semeru, termasuk juga kunjungan para peziarah spiritual dari wilayah Blambangan. Namun, dalam perkembangannya pada tahun 1990 Prasasti ini sudah tidak ditemukan lagi di lokasi tersebut.
Berdasarkan data, prasasti Pasrujambe tersebar di beberapa tempat yaitu berada di Dinas P dan K Kecamatan Senduro, Dinas P dan K Kabupaten Lumajang, tersimpan di halaman rumah Pak Suroso di Desa Senduro, Kecamatan Senduro yang kemudian dipindahkan ke Suara Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur di Trowulan pada tahun 1993. Sedangkan pada data hasil penelitian dari Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 1986 prasasti Pasru Jambe yang tersimpan di Fakultas Sastra Universitas Jember (Unej) kemudian pada tahun 1990 sudah diambil oleh Dinas P dan K Kabupaten Lumajang.
Masyarakat Peduli Peninggalan Majapahit (MPPM) Timur sempat menanyakan hilangnya beberapa Prasasti Pasrujambe ini. ''Kami MPPM Timur meminta lembaga–lembaga yang menyimpan prasasti tersebut memberikan klarifikasi terkait keberdaaan prasasti yang sangat berharga tersebut. Kami juga memintah Kabupaten Lumajang membentuk tim investigasi untuk melacak keberadaan prasasti tersebut,'' itu ditanyakan Ketua MPPM Timur Mansur Hidayat.



