Mojokerto (bangsaonline) – Di kota Mojokerto, sebanyak 15 siswa SMK dipastikan gagal mengikuti ujian nasional (Unas). Belasan siswa SMK Putra Bangsa itu dicoret dari Daftar Nominasi Tetap (DNT) peserta Unas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Mojokerto.
Kepala Dispendik Kota Mojokerto Hariyanto menyatakan terpaksa mencoret 15 siswa SMK itu karena masuk siswa fiktif. Dia menegaskan jika tim Dispendik bersama pengawas, telah melakukan investigasi ke SMK Putra Bangsa. "Kami tak mungkin mencoret siswa sehingga tak bisa ikut Unas. Justru kami akan perjuangkan demi hak pendidikan anak. Mereka kami coret karena tak layak masuk DNT,” tandasnya, Senin (10/3/2014).
Koordinator Pengawas Sekolah Dispendik Kota Mojokerto Arifin Subkhi menjelaskan, timnya menemukan ada yang tidak beres dari SMK Putra Bangsa. Kala mendatangi SMK itu, pada Oktober 2013 lalu, tim mendapati hanya ada sembilan siswa kelas tiga yang belajar. "Bahkan kelas 1 dan 2 tak ada. Sementara kelas tiga, hanya ada sembilan siswa yang masuk. Itu pun sang guru tidak dalam posisi mengajar,” cetusnya, Senin (10/3/2014).
Kabid SMK Dispendik Kota Mojokerto Jumadi menambahkan, tim verifikasi mendapati jumlah DNT yang diajukan ke Dispendik, tidak sesuai realita. Mereka juka menemukan tidak ada aktifitas belajar-mengajar untuk siswa kelas 1 dan kelas 2 di SMK tersebut. Sebelum ditetapkan siswa masuk DNT, sekolah wajib menyertakan buku induk, rapor, dan riwayat pendidikan berjenjang.




