12 Hari Razia, Polres Mojokerto Amankan Ratusan Botol Arjo

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Menjamurnya warung remang yang menyediakan minuman keras (miras) jenis arak jowo (arjo) mendapat atensi dari Sat Sabhara Polres Mojokerto. Dengan menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) saat bulan Suci Ramadhan, Polres Mojokerto berhasil mengamankan sedikitnya 311 botol arjo.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Djanu Fitrianto, mengatakan operasi pekat yang digelar itu untuk menghormati bulan Suci Ramadhan. "Selain warung remang, operasi pekat juga merazia café-café yang tidak mengantongi ijin dari instansi terkait," ucapnya, Selasa (14/07).

Ia menyebutkan warung remang yang diduga kerap kali menjual miras ini mayoritas menyebar di daerah pedesaan seperti di Jatirejo, Pacet, Ngoro, Gondang, Pungging dan Mojosari. "Ya kalau dulu, arak biasanya didatangkan dari Tuban, namun saat ini di daerah-daerah tak sedikit memproduksi arak oplosan seperi Pasuruan atau Jombang. Bahkan, di Mojokerto saat ini, banyak penjualan arak seperti di daerah pelosok Jatirejo maupun Trowulan," bebernya.

Menurut Djanu, operasi yang dilaksanakan sejak 15 hingga 26 Juni pada bulan Suci Ramadhan bertujuan agar umat muslim yang menjalankan puasa merasa terayomi dan dilindungi dengan adanya operasi pekat.

"Jadi dengan operasi pekat ini, orang muslim bisa tenang dalam melaksanakan rukun islam yang ke tiga. Karena pengaruh miras, tidak tertutup kemungkinan para pemuda yang biasa konsumsi miras kerap kali menganggu ketertiban umum, bahkan menganggu warga muslim yang sedang melaksanakan puasa ramadhan. Dan yang pasti mereka yang menjalankan puasa bisa tenang tanpa adanya gangguan," tukasnya. (gun/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:12 Hari Razia, Polres Mojokerto Amankan Ratusan Botol Arjo