BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Nahas menimpa Heri Eko Sasmito (33), warga Desa Jetak, Kecamatan/Kota Bojonegoro. Pemuda yang sehari-hari berjualan es degan di depan SD Muhammadiyah, Kelurahan Sumbang itu tewas secara mengenaskan setelah ditabrak mobil jenis Taft pada, Jumat siang (10/7).
Menurut Arif, salah satu saksi di lokasi kejadian, mobil Taft berwarna putih nopol S 1067 AK yang dikemudikan Prabu (54), warga Desa Sukowati, Kecamatan Kapas itu melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Sebelum menabrak korban, mobil itu sempat menabrak pohon mahoni di kiri jalan. "Tiba-tiba mobilnya oleng ke kiri dan menabrak pohon mahoni besar," terang Arif.
Usai menabrak pohon, mobil itu tidak langsung berhenti. Justru terus melaju dan menabrak rombong es kelapa muda beserta korban yang sedang berjualan. Rombong berukuran 3 x 1 meter seketika hancur berkeping-keping, begitu juga korban yang langsung tewas di lokasi kejadian dengan luka di sekujur tubuhnya. "Korban berjualan di pinggir jalan, saat kejadian dia sedang mempersiapkan barang dagangannya," terangnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra Ibrahim menambahkan, korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala, kaki dan pinggul. Seketika korban langsung dilarikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatiekoesomo untuk keperluan autopsi. "Penyebabnya belum diketahui," katanya.
Usai kejadian, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan mobil Taft beserta pengemudinya di kantor Satlantas. Selain itu, polisi juga mengumpulkan keterangan sejumlah saksi sebagai bahan penyelidikan dan mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan itu.
Kasatlantas menghimbau agar masyarakat sekitar maupun pemudik dari luar kota untuk berhati-hati. Sebab, memasuki H-7 lebaran ini, jalan raya khususnya Bojonegoro sudah banyak dilalui para pemudik baik kendaraan roda empat maupun dua. (nur/rvl)




