Tergiur Kerja di Chevron, Pemuda di Lamongan jadi Korban Penipuan

Tergiur Kerja di Chevron, Pemuda di Lamongan jadi Korban Penipuan

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Waspadalah dengan tawaran pekerjaan abal-abal jika tidak ingin jadi korban penipuan seperti yang dialami Bhakti Waluyo (21). Pemuda asal Andanwangi Gg Anjasmoro nomor Kelurahan Sidoarjo kecamatan Kota ini apes karena jadi korban penipuan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban semula mendapat informasi dari temannya kalau PT Chevron membuka lowongan pekerjaan. Karena tertarik, ia pun mencoba peruntungannya dengan memasukkan lamaran ke PT Chevron melalui email hrd@chevron-id.com.

Korban pun gembira karena mendapat pesan singkat berupa SMS yang menyebutkan kalau dirinya telah diterima bekerja. Di dalam SMS itu juga disebutkan bahwa dirinya akan segera menjalani wawancara di Balikpapan dan diminta menghubungi pihak travel ke nomor ponsel 085283498555 yang ditunjuk perusahaan untuk keberangkatan tes wawancara.

Saking bahagianya, ia pun tak pikir panjang langsung menghubungi nomor ponsel yang disebut travel. Dalam pembicaraan ini, korban diminta mentransfer uang Rp 1.650.000 untuk biaya pemberangkatan.
Karena sangat yakin. korban pun menyanggupi untuk melunasi dengan mentransfer uang dari Bank Mandiri pada 30 Juni 2015 pukul 14.30 WIB ke nomor rekening Bank Mandiri 9000019415638 atas nama Mukhlis Hermansyah.

Tak sampai di situ, pelapor diminta mengirim kembali uang Rp sebesar 2.350.000. Lagi-lagi, korban tak pikir panjang dan mengirim kembali uang ke nomor rekening atas nama Rizal Kurniawan. Usai mentransfer, korban diminta untuk menunggu tiket dan surat jalan yang akan dikirim ke rumahnya.

Namun, janji tinggalah janji, jangankan surat jalan atau tiket yang datang, nomer HP pihak yang mengaku travel pun sudah tidak bisa di hubungi lagi. Karena merasa jadi korban penipuan, korban pun akhirnya lapor ke SPKT Polres Lamongan dengan membawa sejumlah bukti.

Paur Subbag Humas, Ipda Raksan, yang dikonfirmasi Jumat (10/7) membenarkan adanya laporan penipuan tersebut. "Begitu dapat laporan langsung diproses dan sementara korban dimintai keterangannya sebagai saksi," ungkapnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat waspada dengan model penipuan. "Pokoknya kalau ujung-ujungnya minta ditransfer sejumlah uang pasti itu penipuan," tandasnya. (ais/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: