"Mas Danu ini paket lengkap, beliau birokrat karir lulusan STPDN tapi juga kader NU. saat ini tercatat sebagai pengurus di Asisten Kerjasama (Asker) Satkorwil Banser Jawa Timur. Sosoknya sebagai pimpinan birokrasi yang punya kesadaran berkhidmat di NU, menjadi salah satu alasan FJN memberi apresiasi Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2023 kepada beliau," paparnya.
Sementara itu, kader senior Ansor, Muslih Hasyim Sufy, mengakui masih kurangnya kader NU yang berkarir di jalur birokrasi. Ia beranggapan, di birokrasi kader NU lebih dominan di Kementerian Agama (Kemenag) berikut jajarannya.
Namun, mantan Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jatim itu menyatakan saat ini mulai tumbuh kesadaran birokrat berkhidmat di NU. Hal itu tak lepas dari era kebebasan pascareformasi, karena saat orde baru ada kecenderungan birokrat menyembunyikan identitasnya sebagai Nahdliyin.
"Alhamdulillah, di era Gubernur Khofifah para birokrat menunjukkan kebanggaannya sebagai nahdliyin, bahkan pengurus NU. Tradisi NU pun semakin hidup di lingkungan Pemprov Jatim. Saya kira ini bagus, mengingat mayoritas warga NU adalah nahdliyin," ucap pria yang akrab disapa Cak Lih itu. (mar)










