Hadapi Ancaman Erupsi Gunung Raung, Kepala BNPB dan Tiga Pimpinan Daerah Gelar Rakor

BONDOWOSO, BANGSAONLINE.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tiga pimpinan daerah yakni Bupati Bondowoso, perwakilan dari Banyuwangi, dan Jember, yang terkena dampak erupsi Gunung Raung menggelar rapat koordinasi. Acara koordinasi tersebut dalam rangka untuk penguatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman erupsi Gunung Raung, yang bertempat di Pendopo Agung Ki Bagus Azsra Bondowoso, Selasa (7/7).

“Untuk mengetahui dan meningkatkan kesiapsiagaan daerah yang rawan terhadap letusan Gunung Raung,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Prof. Dr. Mayjen (Purn) Syamsul Ma’arif, M.Si usai acara rapat koordinasi di Pendopo Bupati Bondowoso.

Menurut Syamsul, kondisi Aktual dan Faktual dari hasil pantauan PVMBG, bahwa potensi erupsi Gunung Raung terdeteksi dan termonitor dengan baik dengan indikasi ancaman yang normal dan tidak ada anomaly sebagai letusan yang hebat (tidak ada bukti yg menunjukan ke arah erupsi abnormal), meskipun dalam sejarahnya Gunung Raung pernah meletus hebat pada tahun 1953.

“Situasi ini harus dimanfaatkan untuk meninjau kembali seluruh rencana kesiapsiagaan kita seperti, Renkon, Renops atau SOP, kelembagaan atau pengorganisasian tanggap darurat, tempat evakuasi, jalus evakuasi, gudang logistic, kesiapan personel dan lain-lain,” imbuhnya.

Selain itu, Syamsul juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di radius 3 km dari lereng kaki gunung Raung yang sat ini dalam status waspada. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tenang dan selalu waspada, namun masyarakat tidak terlalu panik. Karena Gunung Raung ini belum beraktivitas yang aneh, artinya saat ini tenang saja,” pintanya. (gik/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: