NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Tindak kejahatan jelang Lebaran dipastikan akan meningkat karena hal ini sudah terjadi dari tahun ke tahun. Hal inilah yang menjadi antisipasi polisi untuk selalu mengamankan pada saat-saat seperti ini.
Seperti yang terjadi di Dusun Patuk Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, Rabu (1/7), di mana terjadi pencurian sapi milik Sutomo (70) petani warga setempat.
Sutomo mengetahui hilangnya hewan ternak miliknya pada pagi sekitar pukul 04.00.WIB saat istrinya, Panut (70), akan mandi usai makan sahur dan akan menjalankan sholat subuh. Saat itu Panut hendak ke kamar mandi. Namun ia kaget lantaran saat melewati kandang sapinya yang berjumlah 2 ekor, tinggal seekor.
Ketika didekati, rupanya yang hilang adalah sapi betina jenis brahman yang sedang bunting 6 bulan. Melihat sapinya hilang, dia membangunkan anaknya, Aris Sugianto (38), untuk memberitahu bapaknya (Sutomo) yang sedang sholat subuh di masjid. Setelah melihat kandang dan memastikan bahwa sapinya hilang, lantas Aris beranjak ke masjid untuk memberitahu bapaknya.
Kemudian, keduanya mencari keberadaan sapi itu di sekitar rumah barangkali sapinya lepas dari tali kekang. Setelah dicari ke mana-mana tidak diketemukan, akhirnya kejadian ini dilaporkan ke perangkat desa setempat hingga diteruskan ke Polsek Warujayeng.
Mendapat laporan, petugas Polsek Warujayeng langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi. Usai melakukan olah TKP, kemudian petugas mulai melakukan penelusuran jejak. Akhirnya, sapi berhasil ditemukan di kandang Sumiatun (65) warga Dusun Lobedug Desa Sumberkepuh Kecamatan Tanjunganom.
Kapolsek Warujayeng, Kompol Thomas Sidarta saat dikonfirmasi wartawan Jum’at (3/7) membenarkan adanya pencurian sapi tersebut. Namun, pihaknya masih akan melakukan pendalaman kasus ini, dan meminta keterangan dari saksi untuk menangkap pelakunya.
Pihaknya juga mengaku telah mengantongi identitas pelaku. "Saat ini petugas Polsek Warujayeng masih memburu pelakunya," terangnya.
Sementara Sumiatun setelah dilakukan interogasi oleh polisi mengaku bahwa dirinya hanya dititipi sapi oleh Wt. Dia mengaku tidak tahu kalau sapi tersebut hewan hasil tindak kejahatan. ”Makanya saat pagi hari sapi tersebut tidak diambil, saya langsung melaporkan keberadaan sapi tersebut ke perangkat desa,” jelasnya. (dit/rvl)




