TPS Terbanyak Pemilih Nyoblos Dihadiahi Kambing

SIDOARJO (bangsaonline) -Pemkab Sidoarjo berupaya mendongkrak tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 yang digelar Rabu (9/4). Upaya itu dilakukan dengan menyiapkan hadiah berupa kambing bagi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dihadiri pemilih mencapai 400 orang.

Satu TPS yang dihadiri 400 pemilih, disediakan hadiah tiga ekor kambing. Tiga ekor kambing itu nantinya akan dibagikan masing-masing satu ekor untuk TPS, satu ekor kambing untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan satu ekor kambing untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Sedangkan untuk TPS yang dihadiri 300 pemilih, dihadiahi satu ekor kambing. Total Pemkab menyediakan 10 ekor kambing. Di kabupaten Sidoarjo, jumlah pemilih di setiap TPS berjumlah 250 orang hingga 475 orang. “Hadiah ini untuk menarik minat masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dalam Pileg 2014,” cetus Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah usai mencoblos di TPS 01 Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo Kota, Rabu (9/4).

Saiful pun berharap angka golput di Kabupaten Sidoarjo bakal turun hingga mencapai angka 30 persen. Optimisme menurunnya angka golput itu, kata Saiful, karena sebelum hari H coblosan, KPU Sidoarjo dibantu dengan sejumlah SKPD Pemkab Sidoarjo dan didukung semua elemen masyarakat telah melakukan sosialisasi Pileg 2014.

Dia menyebut, jika masih ditemukan ada warga yang memilih golput, maka dia menilai warga tersebut bisa disebut tidak sayang dengan bangsanya sendiri. Ia pun menghimbau seluruh masyarakat Sidoarjo yang memiliki hak pilih untuk menggunakannya dengan mendatangi TPS.

Di TPS 01 Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo Kota itu, beberapa ratus meter dari Pendopo Delta Wibawa ini, tergolong unik. TPS didesain layaknya sebuah istana kerajaan. TPS ini bertema Petruk Jadi Raja. Karena itu semua anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) berkostum petruk. Sedangkan petugas Linmas mengenakan kostum ala prajurit kerajaan.

Ketua KPPS di TPS 01 Jaka Purwahono menjelaskan, tema Petruk Jadi Raja ini sebagai sebuah sindiran bagi seorang penguasa yang dulunya berasal dari rakyat jelata, ketika menduduki kursi singgasana kerajaan, ternyata lupa akan jati dirinya sehingga banyak menerjang aturan.


TPS Terbanyak Pemilih Nyoblos Dihadiahi Kambing