Sebagian ibu-ibu juga ada yang meneteskan air mata saat mendengarkan ucapan pamit darinya.
"Saya bersama istri menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan yang selama ini dilakukan, jika tidak sesuai dengan harapan sebagian masyarakat. Saya mohon maaf dan izin pamit untuk istirahat sebentar. Nanti mohon doanya, kita bertemu lagi tahun 2024. Kita bangun Nganjuk bersama-sama," paparnya.
Kristina (34), salah satu peserta menyebut Kang Marhen merupakan sosok bapak yang bisa mengerti apa yang diharapkan anaknya, bahkan tanpa ada jarak khusus dengan masyarakat. Ia juga berharap jika Nganjuk nantinya bisa mendapatkan pemimpin yang baik, dan bisa mengerti terhadap keluhan warga.
"Saya sudah 2 kali bertemu dan berfoto, dan tadi foto yang ketiga kalinya," ucapnya. (adv/bam)










