TULUNGAGUNG, BANGSAONLINE.com - Sekolah pinggiran di Kabupaten Tulungagung kurang diminati calon siswa. Ini tergambar dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sedang berlangsung.
PPDB di Tulungagung, dibagi menjadi dua pola. Yaitu online dan offline. Untuk sekolah wilayah pinggiran, seratus persen menggunakan sistem online, sedangkan sekolah di wilayah kota, hanya 70 persen saja yang online.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tulungagung Suharno mengatakan, aturan kouta disesuaikan dengan permintaan sekolah supaya pagu juga terpenuhi.
“Kalau daerah pinggiran kota, ditetapkan kouta online penuh, karena dari hasil evaluasi tahun lalu cukup memadai. Sedangkan daerah perkotaan 70 persen online, sisanya melalui jalur offline,” kata dia.
Pantauan BANGSAONLINE.com, sekolah-sekolah daerah pingiran masih sepi sejak Rabu lalu. Padahal, sekolah di kawasan perkotaan membludak peminatnya.
Salah satu kepala sekolah SMP di kecamatan Ngunut, mengaku sempat khawatir karena minimnya peminat di sekolah pinggiran. Padahal Dinas Pendidikan mengharuskan memenuhi pagu.
“Kondisi sepi seperti ini memang terjadi di hampir semua sekolah pinggiran. Tetapi, saya optimis akan bisa memenuhi pagu. Sebab, sekolah yang saya pimpin, kini terpenuhi 75 persen,” kata Sumani, kepala sekolah SMP 3 Ngunut. (fer/ros)




