SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pelaku penjambretan, Hendra Juli Kurniawan (21) yang berdomisili di Perum Puri Prima Sari Desa Ketegan RT 01 RW 08 Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo, nyaris tewas dihajar oleh ratusan massa di Desa Penatar Sewu Kecamatan Tanggulangin yang beringas, Selasa (30/06) malam kemarin. Lelaki asal Trenggalek tersebut tertangkap menjambret tas milik Feny Rinda Rohmana (23) warga Desa Penatar Sewu RT 05 RW 01 Kecamatan Tanggulangin.
Beruntung, tokoh agama setempat menyelamatkan dengan membawa masuk ke rumahnya. Sehingga, emosi massa yang beringas hendak membakar pelaku penjambretan hidup-hidup, dapat diredam sambil menunggu anggota dari Polsek Tanggulangin datang untuk membawanya ke Polsek Tanggulangin.
Penjambretan berawal ketika Feny Rinda Rohmana yang pulang kerja mengendarai sepeda motor sendirian melintas di jalan Desa Kalidawir. Melihat tas yang digelantungkan di sepeda motor, niat jahat Hendra Juli Kurniawan muncul. Dia yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih nopol W-6084-VS segera memepet korbanya dan berhasil menjambret tas tersebut. Sukses membawa kabur tas berisi uang dan ponsel itu, Hendra langsung tancap gas.
Merasa jadi korban penjambretan, Feny Rinda Rohmana spontan berteriak sehingga didengar puluhan pemuda desa yang sedang jaga kampung. Mereka sempat melihat jambret kabur ke arah Desa Penatar Sewu. Langsung saja, mereka berusaha melakukan pengepungan. Akhirnya, pelaku tak bisa berkutik dan berhasil tertangkap. Massa yang geram, tanpa dikomando langsung menghajar tanpa ampun. Tak puas hanya menghajar pelaku, massa juga membakar sepeda motornya.
Ketika amarah massa memuncak dan hendak membakar pelaku penjambretan, salah satu tokoh agama setempat langsung datang dan menyelamatkan pelaku dengan melarikan ke rumahnya. Sambil meredam emosi massa, warga yang lain menghubungi Polsek Tanggulangin. Tak berselang lama, anggota Polsek Tanggulangin datang ke lokasi kejadian dan hendak membawa pelaku penjambretan.
Namun, upaya petugas untuk mengevakuasi pelaku gagal kerena rumah tokoh agama setempat yang digunakan untuk mengamankan pelaku, telah dikepung dan diblokir oleh ratusan massa. bahkan, massa berteriak agar dibakar hidup-hidup. "Ayo dihajar, ayo dibakar. Itu maling jangan dilindungi," ujar salah satu massa yang emosi.
Untuk menghindari resiko terburuk, Polsek Tanggulangin meminta bantuan personil Polres Sidoarjo. Akhirnya, Rabu (1/7) dinihari, pelaku penjambretan baru berhasil dievakuasi. Selama dalam pengawalan petugas, massa yang emosi masih sempat melempari penjambret dengan batu.
Salah satu warga setempat, Heriyanto (45) mengatakan di desanya terlalu sering ada penyambretan. Namun tidak pernah tertangkap. Bahkan warga setiap pagi atau petang sudah berusaha untuk jaga jalan yang biasanya sering dibuat pelaku melakukan aksinya. Tetapi, usaha warga selalu gagal. "Kebetulan ada pelaku tertangkap oleh warga, langsung di hajar ramai-ramai, bahkan sepeda motornya di bakar," ujarnya.
Kapolsek Tanggulangin Kompol Sirdhi membenarkan adanya pelaku penjambretan yang tertangkap tersebut. Pelaku sudah berhasil di evakuasi dari kepungan massa dan pelaku langsung di bawa ke Polres di Sidoarjo. (kmd/sho)




