BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com β Jalur Ngawi-Bojonegoro bisa menjadi salah satu alternatif jalur mudik selama Lebaran. Jalur ini biasanya dipilih bagi para pemudik dari Jakarta untuk menghindari kemacetan yang terjadi di jalur-jalur utama.
Jalur Ngawi-Bojonegoro sepanjang kurang lebih 50 kilometer ini biasanya tidak terlalu padat saat arus mudik dan arus balik berlangsung. Namun, pemudik baik pengendara sepeda motor maupun mobil pribadi perlu memahami kondisi medan yang dilalui di jalur tengah ini.
Saat memasuki wilayah Bojonegoro, tepatnya di wilayah Kecamatan Margomulyo, pemudik harus berhati-hati karena akan melalui jalur di kawasan hutan dan perbukitan. Kondisi jalan di daerah Margomulyo terutama di wilayah hutan Watu Jago banyak yang naik-turun curam.
Selain itu, banyak tebing di sisi kiri dan kanan jalan raya. Namun, kondisi jalannya sudah beraspal mulus. Hanya saja di daerah kawasan hutan itu minim penerangan jalan umum sehingga kalau malam hari minim pencahayaan.
Kondisi jalan memasuki Kecamatan Ngraho hingga Padangan cukup baik. Jalannya kini sudah dibeton dan diaspal. Tetapi masih ada beberapa titik jalan yang kondisinya rusak dan berlubang. Sarana penerangan jalan raya di Ngraho hingga Padangan juga cukup banyak.
Kemudian, memasuki Padangan hingga Kalitidu kondisi jalannya banyak yang rusak. Jalan yang rusak ini panjangnya sekitar 15 kilometer. Kondisi aspalnya banyak berlubang, bergelombang, dan retak-retak. Jalur ini juga dikenal sebagai jalur minyak karena pada hari-hari biasa sering dilalui kendaraan truk pengangkut minyak mentah dan kendaraan proyek minyak Banyu Urip, Blok Cepu.
Menurut Abidin (38), warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, saat ini tinggal kondisi jalan Padangan hingga Kalitidu yang masih rusak dan tidak nyaman dilalui. Padahal, kata dia, jalur ini merupakan jalur minyak.
βBanyak titik jalan yang berlubang dan bergelombang di wilayah Kecamatan Padangan sampai Kalitidu ini. Kalau tidak berhati-hati, pengendara bisa mudah terperosok,β ujar Abidin yang mengaku sering melewati jalur Bojonegoro-Ngawi tersebut.
Ketika memasuki wilayah Kecamatan Kalitidu hingga Kota Bojonegoro kondisi jalannya sudah bagus. Jalan sepanjang 15 kilometer itu kini sudah dibeton dan diaspal. Hanya saja, pengendara perlu berhati-hati ketika melewati jalan di dekat Pasar Kalitidu dan Pasar Pungpungan. Sebab, pada pagi hingga siang hari banyak kerumunan pedagang, tukang ojek, dan tukang becak yang berada di pinggir jalan. (nur)




