BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Bulan Ramadan yang berlangsung tahun ini membawa berkah khususnya bagi para perajin souvenir kayu jati di Bojonegoro. Seperti perajin di Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro yang mulai kewalahan melayani pemesanan souvenir selama bulan Ramadan.
Bahkan, pemesanan souvenir itu kini meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Menurut Maskun Adi Winarno, pemilik galeri kerajinan kayu jati UD Kondang Jati, pemesanan souvenir itu mulai terasa seminggu sejak memasuki bulan Ramadan. Kemudian, saat memasuki bulan Ramadan pemesanan meningkat dua kali lipat. “Kami sekarang kewalahan melayani pemesanan souvenir kayu jati ini,” ujarnya Selasa (23/6).
Ia menuturkan, souvenir kayu jati yang banyak dipesan saat ini adalah tempat air minum dan toples. Ia mengaku dalam seminggu ini ada ratusan produk tempat air minum ukir-ukiran dan toples kayu jati yang harus dikirim ke Palembang, Jakarta, dan Surabaya. “Barang itu harus sudah dikirim paling lambat seminggu sebelum Lebaran,” tuturya.
Maskun menuturkan, tingginya permintaan produk souvenir kayu jati saat bulan Ramadan hingga Lebaran tidak sebanding dengan produksinnya. Sebab, bahan baku berupa bonggol kayu jati maupun limbah kayu jati dari kawasan hutan di Kedewan dan Kasiman kini sudah banyak berkurang dan sulit didapatkan. Selain itu, dari sisi pengerjaan produk kerajinan itu juga memerlukan waktu yang tidak singkat.
“Kini terkadang tidak semua pemesanan bisa kami penuhi. Hanya langganan yang sudah biasa memesan dan pembayarannya lancar yang kami layani,” ujar Maskun.
Menurut Maskun, saat permintaan tinggi seperti ini omzet yang diperolehnya bisa mencapai Rp 100 juta per bulan. Sedangkan, pada hari biasa omzetnya hanya sekitar Rp 20 juta sampai Rp 30 juta per bulan. (nur/rvl)




