Petani Garam Pamekasan Tolak Bantuan Geomembran

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah petani garam di dusun Trokem, Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura menolak bantuan geomembran dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Mereka menolak karena geomembran tersebut tidak sesuai standar.

“Geomembrannya terlalu tipis serta ukurannya tidak sesuai dengan luas lahan para petani garam. Artinya tidak sesuai standar,” keluh salah satu petani garam, Sarkawi, Senin (22/06).

Menurut Dia, ukuran geomembran yang diberikan pemprov Jatim, sekitar nol koma dua mili. Jika dipaksakan dipakai akan mudah rusak. Sedangkan pada umumnya geomembran yang dipakai ketebalan nol koma tujuh mili.

“Geomembran yang tipis akan membuat repot kami, para petani karena tidak akan tahan lama. Paling bertahan maksimal hanya dua tahun. Tapi kalau tebal bisa tahan sampai 10 tahun,” jelas dia.

Bahkan, mereka menegaskan tidak akan menggunakan geomembran tersebut. Sehingga, meminta Pemprov Jatim segera menarik kembali bantuan itu dan menggantinya dengan geomembran yang lebih tebal. “Petani (garam) sepakat tidak akan menggunakan geomembran ini yang nantinya malah menyusahkan kita semua,” tegasnya.

Penggunaan geomembran ini ditargetkan untuk memperoleh produksi garam yang berkualitas baik sehingga nilai jualnya semakin meningkat. Bahkan, dengan pemakaian geomembran diharapkan kesejahteraan petani garam semakin meningkat.

“Ada sekitar 15 petani garam di dusun ini yang terdata dan mendapat bantuan geomembran tapi mereka menolak karena tidak sesuai standar,” pungkas dia. (zal/ns) 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: