Kirim SMS Dukungan, Kepala Dispenda Lamongan Terancam Pidana Pemilu

LAMONGAN (BangsaOnline)- Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Lamongan menemukan adanya bukti keterlibatan pejabat PNS Pemkab Lamongan yang diduga melakukan mobilisasi massa dan kampanye di luar jadwal, kemarin (9/4). Bentuk pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana pemilu itu berupa pengiriman SMS dukungan terhadap salah satu caleg dari partai tertentu pagi hari sebelum pencoblosan suara berlangsung.

"Kami temukan ada seorang pejabat PNS Lamongan yang mengirimkan SMS ke sejumlah staf dan pegawai PNS di lingkungan birokrasi Pemkab Lamongan. Isinya tentang ajakan untuk mencoblos salah satu caleg yang kebetulan istrinya sendiri," ungkap Ketua Panwaslu Lamongan Toni Wijaya.

Toni menjelaskan, pejabat PNS yang mengirimkan SMS dukungan itu diketahui bernama Mursid yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Lamongan. Dia menyayangkan, tindakan itu masih juga dilakukan meski pejabat tersebut sudah sering kali dingatkan. "Sebelumnya sudah pernah kita ingatkan tapi pejabat ini masih bandel. Lebih parahnya lagi SMS itu dikirimkan pagi hari sebelum pencoblosan," tegasnya.

Berikut isi SMS yang beredar dan telah disita Panwas : 'Assalamu'alaikum, Insya Alloh amanah dan barokah Pemilu 9 April 2014 DPRD Lamongan mohon berkenan pilih coblos Demokrat no 5 SITI MASKAMAH MURSYID, SE; pengalaman 20 thn lebih berperan aktif diberbagai organisasi sosial ekonomi : PKK, Dharma wanita, Pengajian Al-Hidayah, Kopwan Unggulan dsb; semoga Alloh SWT membalas jasa kebaikan Bapak-Ibu sekalian, matursuwun'.

Lebih lanjut Toni menyebut, temuan ini dinilai melanggar pasal Pasal 86 jo pasal 278 UU no 8 tahun 2012 tentang mobilisasi PNS dan kampanye di luar jadwal dengan ancaman hukuman 3 tahun kurungan. "Yang bersangkutan akan segera kita panggil selambatnya besok Kamis untuk dimintai keterangan," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi tentang temuan panwas tersebut, Mursid mengaku bahwa SMS itu hanya sekedar memohon dukungan dan doa restu. Dia menganggap hal itu wajar karena dia sebagai suami yang istrinya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. "Memang itu SMS dari saya. Kan wajar seorang suami memberi dukungan pada istri," ucapnya saat dihubungi via seluler.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: