Negara Beda Waktu, Ada yang Puasa Cuma 9 Jam, Ada 22 Jam: Bagaimana Fatwa Ulama

BANGSAONLINE.com - Waktu terbit dan tenggelamnya matahari berbeda pada setiap negara. Otomatis panjang siang dan malam berbeda. Inilah yang menyebabkan waktu puasa berbeda pada setiap negara. Ada yang harus puasa 12 jama, 15 jam, dan bahkan 21 jam. Namun ada juga umat Islam di suatu negara puasa hanya 9 jam.  Di bawah ini bisa kita lihat negara-negara yang durasi puasanya melebihi 12 jam. Bagaimana fatwa ulama?

Eropa

Radio Nederland mempublikasikan peta yang kemudian disebarkan oleh sejumlah media Arab bahwa umat Muslim di Denmark harus menjalankan puasa selama 21 jam pada tahun ini.

Umat Muslim yang tinggal di negara-negara Eropa utara, seperti Islandia, Norwegia, dan Swedia, juga harus menjalankan puasa dengan durasi yang lebih kurang sama dengan Denmary, yaitu rata-rata 20 jam sehari.

Di Inggris, umat Muslim harus menjalankan puasa sepanjang 18 jam dan 59 menit, sementara di Jerman 18 jam 9 menit.

Chili

Sedangkan Chili menjadi negara dengan rentang waktu yang paling pendek di dunia. Di negara tersebut umat Muslim hanya akan menjalani puasa selama kurang dari 10 jam, tepatnya umat Muslim di Chili hanya akan berpuasa selama sembilan jam

Islandia

Seperi dilansir Huffingtonpost pada Rabu (17/6/2015), Islandia menjadi negara dengan rentang waktu paling panjang. Umat Muslim di negara tersebut setidaknya harus berpuasa selama kurang lebih 22 jam.

Benua Amerika dan Australia

Di Amerika Selatan, umat Muslim di Argentina akan menjalani puasa dengan waktu tersingkat, yaitu 12 jam 21 menit. Sementara itu, di Australia, Brasil, dan Cile, waktu berpuasa adalah 12,5 jam hingga 13 jam.

Sementara itu, di negara-negara Amerika Utara, waktu berpuasa berdurasi 15-18 jam. Waktu berpuasa paling lama terjadi di Washington DC dengan durasi 16 jam 44 menit, sedangkan di Kanada rata-rata 18 jam 9 menit setiap hari.

Timur Tengah dan Afrika

Di sebagian besar negara Timur Tengah, waktu puasa berdurasi 15-16 jam sehari. Di Arab Saudi 16 jam 13 menit, UEA 15 jam 23 menit, dan Kuwait 15 jam 59 menit.

Umat Muslim yang menjalani ibadah puasa di Timur Tengah semakin tertantang dengan suhu tertinggi selama 33 tahun terakhir, dan Arab Saudi diprediksi akan mengalami suhu tertinggi dalam sejarah.

Sementara itu, mereka yang di Afrika Selatan mengalami hari puasa terpendek ketiga dengan rata-rata durasi sepanjang 12 jam. Adapun di negara-negara Afrika Utara, seperti Mesir, Tunisia, dan Aljazair, puasa harus dijalani selama 16,5-17,5 jam tiap hari.

Asia

Umat Muslim di India dan Pakistan akan menjalani puasa 17 jam dan 16,5 jam setiap hari. Di China, puasa berlangsung rata-rata 17 jam 28 menit setiap hari. Sementara itu, mereka yang berada di wilayah Asia Rusia menjalani puasa terpanjang dengan durasi 20 jam 49 menit.

Tahun lalu, umat Muslim di Islandia dan Swedia menjalani puasa dengan waktu terpanjang, yaitu 22 jam dan 21 jam. Sementara itu, waktu puasa di Australia menjadi yang terpendek dengan durasi "hanya" 10 jam.

Seorang ulama di London, Inggris, Syeikh Usama Hasan dari Quillian Foundation, mengeluarkan fatwa untuk mengurangi periode puasa selama bulan suci Ramadhan 2015.

Dilansir dari laman International Business Times, Rabu, 17 Juni 2015, Usama berpendapat bahwa waktu puasa di Inggris, harus mengikuti periode puasa di Mekah, yang hanya berlangsung 12-13 jam sehari.

Siang hari yang lebih panjang selama musim panas, membuat Muslim di Inggris hanya memiliki waktu lima hingga enam jam, antara waktu buka hingga sahur pada keesokan harinya.

"Beberapa orang telah bertanya pada saya sejak tahun lalu, tentang panjangnya waktu puasa selama musim panas di Inggris. Ini termasuk mereka yang baru mulai melaksanakan puasa," tulis Usama dan fatwanya.

Dia menambahkan, pengurangan waktu puasa akan berguna bagi orang lanjut usia, dan anak-anak, yang pada tahun lalu banyak tercatat harus dirawat di rumah sakit, karena harus berpuasa lebih dari 18 jam sehari.

Oleh karenanya cendekiawan Muslim itu menyarankan agar Muslim di Ingggris, mengikuti waktu puasa di tanah suci Mekah dan Madinah, mempertimbangkan situasi tersulit dengan waktu siang mencapai 19 jam.

Muslim di lingkar Kutub Utara tampaknya yang akan paling kesulitan, karena matahari bakal bersinar di wilayah itu selama 24 jam sehari. Mereka juga berencana menetapkan waktu puasa untuk Ramadhan 2015.

"Karena itu, saya menyarankan Muslim di Ingggris mengikuti waktu puasa di tanah suci Mekah dan Madinah yang lamanya 12-13 jam. Soalnya kalau mengikuti waktu Inggris, maka warga Muslim Inggris harus berpuasa sampai 19 jam," ujar Usama menjelaskan.

Fatwa pengurangan masa puasa juga dilakukan negara-negara di dekat kawasan Kutub Utara seperti Finlandia dan Norwegia yang siangnya lebih panjang ketimbang di Inggris.

Di negara-negara Nordik tersebut, pada musim panas ini matahari akan bersinar selama 24 jam sehari. Oleh karena itu, ulama setempat meminta warga Muslim di negara-negara dekat Kutub Utara menggunakan waktu Makkah dan Madinah yang periode puasanya hanya 12-13 jam per hari.

Sementara di Indonesia, waktu berpuasa di Bandung sebagai contoh, puasa dimulai pukul 4.25 hingga 17.44 atau sekitar 13 jam 19 menit.

Tapi pada 2014 Syeikh Hassan Halawa dari Dewan Fatwa Eropa, menentang rencana memperpendek waktu puasa, karena menurutnya tidak pantas untuk tidak berpuasa, hanya karena panjangnya waktu di musim panas.

Dia menyebut ada negara-negara, di mana orang-orang tetap berpuasa sekalipun dengan suhu yang lebih panas, seperti di padang pasir.  (dari berbagai sumber)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Negara Beda Waktu, Ada yang Puasa Cuma 9 Jam, Ada 22 Jam: Bagaimana Fatwa Ulama