Warga Keluhkan Pembakaran Limbah RSUD Tuban

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Masyarakat perlu waspada dan hati-hati ketika melintas di jalan pramuka 1 persisnya di belakang Rumah Sakit Umum Derah (RSUD) Dr. R Koesma Tuban. Sebab, di jalur tersebut sewaktu-waktu terdapat pembakaran limbah yang rawan mengakibatkan gangguan pernapasan.

Tidak hanya itu, asap dari limbah pembakaran yang diketahui dari berbagai plastik obat itu ternyata bisa membuat kepala pusing karena asap dan baunya sangat menyengat. Akibat hal ini, sejumlah pengguna jalan banyak mengeluh.

“Saat terjadi pembakaran limbah, mengepul asap tebal berwarna hitam, terkadang juga berwarna putih. Rata-rata yang melintas di jalan ini terpaksa harus tutap hidung karena baunya menyengat dan cukup mengganggu pernapasan,” ujar Safuwan warga Kelurahan Sidorejo, Tuban ketika melintas di jalur tersebut pada BANGSAONLINE.com, Jum’at (12/6).

Menurutnya, tidak hanya yang melintas di jalur tersebut yang merasa terganggu, tetapi warga di sekitar belakang rumah sakit juga mengeluhkan adanya pembakaran tersebut. Pasalnya, cerobong asap milik RSUD tersebut dinilai kurang tinggi. Apalagi, saat ada tiupan angin, maka asap tebal itu dengan mudah menyebar ke pemukiman warga.

“Seharusnya cerobongnya itu ditinggikan agar asapnya tidak menyebar ke pemukiman warga,” terang Safuwan lagi.

Lanjut Safuwan, sebaiknya pihak rumah sakit segera mencari solusi supaya aktifitas warga tidak terganggu. Karena, di belakang rumah sakit itu selain ada pemukiman warga, juga banyak kontrakan, penghuni kos, warung serta gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Pihak rumah sakit ini harus segera mencari solusi, agar aktivitas warga tidak terganggu,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr. R Koesma Tuban, dr. Zainul Arifin mengatakan, pihaknya sudah melakukukan proses peninggian cerobong asap tersebut. Bahkan, peninggian itu telah dilakukan pada 2014 lalu. Tidak hanya itu, kini RSUD bakal secepatnya membuat cerobong lagi yang fungsinya bisa meredam kepulan asap tebal tersebut.

“Dimungkinkan sekitar dua hingga tiga bulan ini akan dibuat, telat-telatnya ya sekitar 5 bulan. Karena saat ini masih proses pelelangan,” ujar Zainul pada BANGSAONLINE.com.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: