GRESIK, BANGSAONLINE.com - Rendahnya pendidikan akhlaq yang didapatkan oleh para siswa, memantik reaksi Pemkab Gresik. Wabup, Moh Qosim meminta kepada semua sekolah agar meningkatkan pendidikan akhlaq kepada para siswanya. Sebab, rendahnya pendidikan (ilmu) akhlaq yang dimiliki pelajar, membuat pelajar menjadai brutal.
"Sekarang itu banyak anak pintar, tapi akhlaqnya tidak bagus, moralnya rapuh. Sehingga, pelajar menjadi brutal dan melakukan tindakan yang melanggar," kata Wabup disaat memberikan sambutan pada pelepasan siswa di SDN Kedanyang, Kebomas (12/6).
Karena itu, Wabup meminta kepada semua sekolah, kepala sekolah, guru agar turut membantu membenahi akhlaq anak-anak pelajar. Caranya bagaimana? "Pendidikan akhlaq di sekolah harus ditingkatkan," pintanya.
Wabup mencontohkan, rendahnya pendidikan akhlaq yang disandang oleh anak-anak pelajar, membuat mereka cenderung melakukan tindakan tidak terpuji. Seperti baru-baru ini, ada sekelompok siswa di Driyorejo yang melakukan pesta narkoba. "Kejadian memilukan itu jangan sampai terulang lagi," pesan Wabup.
Menurut Wabup, kejadian memilukan itu bisa menimpa para pelajar karena gencarnya teknologi informasi yang diserap oleh para pelajar, namun tidak diimbangi dengan pendidikan akhlaq yang memadai. Sehingga, anak-anak kerap tidak bisa menyaring budaya-budaya buruk yang dikirim melalui teknologi informatika tersebut.
Indonesia sekarang, lanjut Wabup, merupakan negara yang dilanda darurat narkoba. Dimana, peredaran narkoba sangat pesat dan menimpa semua kalangan, baik pelajar, pejabat, ibu rumah tangga dan lainnya. Indonesia juga dikatakan darurat tawuran. Dimana-mana banyak terjadi tawuran, baik antarpelajar, tawuran antarpekerja, tawuran antarwarga dan lainnya. "Indonesia juga dikatakan darurat prostitusi. Dimana, prostitusi sekarang meramba dunia maya. Pelanggan cukup mencari lewat dunia maya seperti internet," terangnya.
Karena itu, tambah Wabup, orang tua sekarang harus esktra dalam mendidik anak, dalam mengawasi mereka baik pergaulannya, dan lainnya. Sebab, kalau sudah terjerumus, maka berat tanggungjawab orang tua yang dipikul nanti kelak di akhirat. "Saya minta orang tua hati-hati terhadap anaknya," pungkasnya. (hud/rvl)




