Kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Batu Telan Dana Rp 540 Juta

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dana sebesar Rp 540 juta yang dikeluarkan oleh Pemkot Batu untuk menyambut kedatangan rombongan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu diduga tak sesuai peruntukannya dan terlalu berlebihan.

Ungkapan tersebut dilontarkan langsung oleh anggota Aliansi Masyarakat Kota Batu (AMKB), Eddy Suprayitno. Menurutnya, dana sebesar itu tidak jelas kemana ujung pangkalnya. “Duit itu diambil dari dana APBD Batu, jangan main-main. Saya berharap penegak hukum Polisi dan Kejaksaan mau turun tangan dan menyelidiki masalah ini,” tegasnya,

Ketua panitia acara, Siswanto saat dikonfirmasi melimpahkan permasalahan ini ke Kepala Bagian Kesra Pemkot Batu. “Kalau urusan ini langsung dikonfirmasi ke Kesra saja mas,” kelit mantan Asisstent 1 Pemkot Batu ini sambil tergesa-gesa.

Sementara Kepala Bagian Kesra Batu, Teguh Widjayanto menjelaskan jika Bagian Kesra tidak mengeluarkan dana kegiatan tersebut. Menurut Teguh, untuk menyambut RI 1, dana diambilkan dari dana tak terduga yang berasal dari Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD). “Leading sectornya bukan Kesra mas, tapi BPKAD. Dana tak terduga memang diperbolehkan untuk menyambut tamu negara dan bencana alam,” beber Teguh dibalai kota.

Senada dengan AMKB, Direktur Good Goverment Activator Aliance (GGAA) Sudarno menghimbau, agar panitia kegiatan dalam hal ini Pemkot Batu perlu untuk menjelaskan kepada publik atas penggunaan anggaran. Ini dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi yang salah dari penggunaan anggaran mamin (makanan dan minuman) untuk menyambut kedatangan presiden RI.

“Apabila ditemukan penggelembungan anggaran, maka pihak kejaksaan perlu untuk turun tangan,agar memeriksa leading sektor penangungjawab acara tersebut,” harap Sudarno via telepon.

“Menurut saya, memang dari pembelanjaan ada dugaan sinyalemen pengelembungan harga yang dilakukan oleh oknum-oknum saat kedatangan rombongan RI 1,” Sambung Sudarno.

Terpisah, pemilik Warung Khas Jawa,Kota Batu yang menjadi jujukan makan siang rombongan RI 1, Sukarli Arief menjelaskan bahwa memang rombongan sebanyak 80 orang makan siang di warungnya. Namun, ia mengungkapkan bahwa rombongan presiden membayar sendiri pada kasir. “Sekertaris pribadi Pak Presiden yang membayar sendiri ke kasir saya, bukan pihak Pemkot Batu, itu yang saya tau,” ungkap Sukarli di kediamannya.

Biaya yang dikeluarkan rombongan, kata dia, juga tidak begitu mahal. “Semuanya total kurang lebih Rp 5,6 juta saja, ujar Sukarli. Sukarli juga tidak memungkiri jika menerima dana dari Pemkot Batu sebagai biaya makan minum pengamanan selama tiga hari.

“Warung saya memang hanya menerima antara 15 - 20 juta saja dari bagian umum Pemkot Batu, uang itu untuk pembayaran biaya konsumsi selama tiga hari para pengamanan sebelum presiden datang yang total selama itu berjumlah 350 - 400 orang,” jelas dia lagi. (bt-1/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kunjungan Presiden Jokowi ke Kota Batu Telan Dana Rp 540 Juta