
SIDOARJO (BangsaOnline) - Pengadaan seragam Linmas/hansip (Perlindungan Masyarakat) untuk pelaksanaan pengamanan pemilihan legislatif (pileg), yang akan diselenggarakan besok Rabu (9/4/2014) tendernya gagal. Akibatnya, Linmas memakai seragam hansip yang lama. Padahal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat mengajukan anggaran ke Komisi A, ngotot untuk dianggarkan.
Hal itu terungkap dari hasil informasi yang dihimpun wartawan ini ke desa-desa saat memberikan sosialisasi yang digelar Pemerintah Desa mengundang petugas KPPS dan Linmas mengenai akomodadi, honor petugas dan kelengkapan persiapan TPS (Tempat Pemungutan Suara). Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Mundzir Dwi Ilmiawan juga mendengar gagalnya pengadaan seragam Linmas. Politisi PDIP tersebut kecewa terhadap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Satpol PP sebagai PA (Pengguna Anggaran) tidak mampu melaksanakan pengadaan seragam Linmas tersebut. Padahal penggunaan seragam itu sangat emergency untuk pengamanan pileg dan anggarannya sudah jauh dari pelaksanaan dianggarkan.
"Anggaran pengadaan seragam Linmas itu sekitar Rp. 1,3 miliar. Yang dibahas sejak Tahun 2013. Bahkan Satpol PP ngotot sekali saat pengajuan anggaran tersebut. Saya kecewa sekali,"tegas anggota dewan juga caleg PDIP nomor 2, Dapil II (Jabon, Porong, Krembung dan Prambon), Selasa (8/4/2014).
Kepala Satpol PP, Mulyawan dikonfirmasi via selulernya berkali-kali tidak diangkat. Padahal selulernya ada nada sambungnya. Bahkan saat dikonfirmasi dikantornya, tidak ada diruangannya. Padahal mobil dinasnya ada dikantor. "Bapak keliling lapangan dengan Pak Toriq," ujar seorang stafnya.
Sementara itu Kepala ULP pelelangan proyek yang juga Kabag AP (Administrasi Pembangunan), Benny Airlangga, SH membenarkan jika lelang pengadaan seragam Linmas gagal. Gagalnya akibat administrasi belum lengkap.



