5 Dewan Probolinggo Diduga Berijazah S1 Palsu, dan 17 Dewan Berijazah Paket Palsu

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Kasus ijasah palsu yang menjadi topik nasional, kini mulai berhembus di Kabupaten Probolinggo. Setelah sebelumnya disinyalir ijasah palsu alias abal-abal itu banyak digunakan kalangan pejabat di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Kini kasus ijasah palsu itu juga menggelinding di Gedung DPRD Kabupaten Probolinggo.

Ada dugaan sejumlah ijasah anggota DPRD Kabupaten Probolinggo abu-abu alias palsu. Bahkan, dugaan awal sebanyak lima dewan berijazah S1 palsu dan 17 anggota dewan berijasah paket yang diduga juga palsu.

Hal itu disampaikan Pembina LSM Probolinggo Coruption Watch Jumanto. Menurutnya, temuan tersebut berasal saat dirinya menjabat sebagai anggota DPRD dan informasi masyarakat. Karena itu, dirinya meminta aparat penegak hukum turun tangan, karena ijazah palsu mencoreng dunia pendidikan.

“Awalnya dua anggota, ternyata jumlahnya belasan. 5 ijazah palsu S1, dan 17 ijazah kejar paket juga palsu. Para anggota dewan yang diduga berijazah palsu ini harus diusut, karena mencoreng dunia pendidikan dan wibawa DPRD,” jelas Jumanto.

Ditemui di sela-sela sosialisasi evaluasi empat pilar berbangsa dan bernegara di Ponpes Al-Masduqiyah, Kraksaan, anggota DPR RI Malik Haramain menegaskan bahwa siapapun yang terlibat dalam kasus ijazah palsu, harus ditindak tegas. Ia mendesak agar polisi dan kejaksaan harus turun tangan, karena hal tersebut merusak dunia pendidikan dan kemunafikan.

“Siapapun, pejabat, politisi, harus dihukum berat bila terbukti berijazah palsu. Ini harus ditindak tegas,” katanya.

Malik juga meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki kasus tersebut dengan objektif dan fair. Sebab bila dibiarkan, akan menjadi preseden buruk bagi Negara. Ia juga meminta agar yang diselidiki tidak hanya pemilik ijazah palsu, guru, dosen, yang terkait juga harus diselidiki.

Terkait dugaan ijazah palsu anggota DPRD dari PKB, Malik yang juga Ketua caretaker DPC PKB Kabupaten Probolinggo berjanji akan memanggil delapan anggota Fraksi PKB untuk dimintai klarifikasi terkait kasus tersebut. Walau begitu, Malik yakin ijazah anggota Fraksi PKB semuanya asli. (ndi/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: