Menurutnya, jumlah kader hanya dapat dihitung dengan jari tersebut ormas islam besutan KH.Hasyim Asy'ari di Ngawi itu, sulit berkembang apalagi tersentuh pemerintah. Dari sisi relasi dengan pemerintahan, NU Ngawi tidak cukup terpandang.
Selain itu, ia mengatakan, NU Ngawi belum memiliki kader profesional yang tersebar di berbagai lini pemerintahan dan masyarakat.
Sedangkan, untuk saat ini perkembangan NU Ngawi dapat dilihat adanya kader aktif dalam kepengurusan NU beserta Banom di seluruh desa dan kecamatan. Lalu, kader NU berkontribusi aktif di berbagai lini masyarakat dan pemerintah, seperti di pemerintahan DPRD, lembaga pemerintah, profesional, pondok pesantren dan guru.
Kemudian, NU Ngawi telah memiliki kemandirian dan mengadakan tanah wakaf, pendirian gedung, PCNU, MWC NU, bahkan ranting. Lalu, NU Ngawi juga memiliki nilai tawar yang cukup dalam pemerintahan di Ngawi. Hal ini, telah dianggap sebagai salah satu komponen bangsa yang turut menjaga keutuhan NKRI.










