SURABAYA (bangsaonline) - Tidak adanya TPS khusus di RSU Dr Soetomo, dikhawatirkan membuat ribuan pasien rawat inap disana tak akan menyuarakan haknya pada pileg besok, alias golput. Demikian juga dengan petugas jaga disana berpotensi tidak menggunakan hak pilihnya. Hingga kemarin (7/4/2014) tercatat jumlah pasien sebanyak 1.500an pasien, dan petugas medis 500 orang.
"Sama seperti Pemilihan Kepala Daerah Jatim 2013, tidak banyak yang berkesempatan mencoblos karena tidak ada TPS khusus," ujar Direktur RSU dr Soetomo Surabaya, dr Dodo Anando MPh, kemarin.
Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berkoordinasi dengan 5 TPS terdekat di sekitar RSU dr Soetomo yakni TPS 1 di Lapangan Dharmawangsa, TPS 2 di Jalan Dharmawangsa, TPS 3 Jalan Dharmawangsa, TPS 11 di Perumahan Universitas Airlangga dan TPS 46 di Jalan Raya Karangmenjangan, Dodo menilai itu tak efektif.
Selain mepetnya waktu yang tidak lebih dari dua jam, tidak semua petugas bisa mendatangi pasien yang ingin memberikan hak suaranya. "Apalagi harus ada surat atau form dari keluarga pasien untuk pindah mencoblos. Begitu juga dengan keluarga penunggu pasien," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tersebut.
Dodo juga menjelaskan, cara tersebut sudah pernah dilaksanakan pada Pilkada Jatim lalu. Hasilnya, dari 5 TPS yang masuk, jumlah pemilih paling banyak 60 orang dan paling sedikit 26 orang. "Kalau di rata-rata, hanya sekitar 200 orang yang menggunakan hak pilihnya. Ini berarti angka partisipasi di rumah sakit tidak lebih dari 15 persen karena jumlah pasien total 1.500 orang," katanya.




