SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap saja bungkam terkait agenda Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. Sebaliknya, orang nomor satu di Surabaya itu mengaku khawatir, ketika maju menjadi calon petahana, program-program pembangunan di kota Pahlawan ini akan terganggu.
Risma, panggilan Tri Rismaharini seusai upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-722 tahun di halaman Taman Surya Minggu (31/5), mengatakan bahwa ketika dia maju kembali menjadi calon wali kota Surabaya, maka konsentrasinya sebagai kepala daerah akan terpecah. Sebab, dia akan disibukkan dengan agenda-agenda pemenangan dirinya.
“Saya khawatir konsentrasi saya terpecah karena saya ingin menang. Saya sekarang punya tanggung jawab hingga September mendatang (sebagai wali kota),” kata dia.
Dia mengakui bahwa, dorongan untuk kembali menjadi wali kota sangat tinggi. Namun dia berupaya menekan hasrat tersebut lantaran tidak ingin warga Surabaya menjadi korban.
“Saya tetap manusia, kan ada setan yang nggoda saya (untuk menjadi wali kota lagi). Hawa nafsunya itu luar biasa. Saya tidak mau warga saya punya masalah karena nafsu saya. Tuhan yang akan ngatur. Saya ingin konsentrasi pada program saya,” terangnya.
Sementara itu, pengamat politik yang juga Parlemen Watch Jatim, Umar Salahudin menyarankan Risma untuk mewaspadai upaya penjegalan dirinya agar tidak bisa maju lagi di Pilwali Surabaya 2015. Sehingga, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu harus punya rencana atau opsi lain seperti maju lewat jalur independen atau koalisi parpol. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan saat injury time tiba-tiba PDI-Perjuangan membatalkan rekomendasi untuknya.
“Risma perlu memiliki ketegasan dan pendirian yang kuat karena setiap keputusan pasti ada risikonya. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan," ujar dia.
Berdasarkan pengalaman Pilwali Surabaya sebelumnya, calon yang semula dipastikan dapat rekomendasi yakni Saleh Mukadar (Ketua DPC PDI-Perjuangan Surabaya saat itu) dan Bambang D H. Namun menjelang detik-detik akhir, justru yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati adalah Tri Rismaharini dan Bambang D H. Hal itu tentu saja bisa terulang kembali. Apalagi saat ini sudah beredar spanduk yang tersebar di sejumlah titik dengan slogan "We love Surabaya" yang disingkat WS (Wisnu Sakti, Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Surabaya). (lan/ns)




