LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Karena keberadaannya dianggap menutupi jalan ke sawah, ratusan massa dari desa Sukobendu Kecamatan Mantup melakukan aksi demo didepan Pabrik batu bata PT Madu Roso di Desa Sukobendu, siang tadi (28/5).
Mereka membawa berbagai macam poster berisi tulisan protes terkait keberadaan pabrik yang dianggap menutup jalan ke sawah warga setempat.
Abdul Manaf (35) warga setempat, menyatakan bahwa sejak pabrik tersebut dibangun, warga merasa terganggu dengan keberadaan pabrik tersebut.
“Karena secara sepihak, pabrik mempersempit jalan ke sawah. Akibatnya jika panen tiba, petani harus memutar agak jauh karena jalan aksesnya ditutup oleh pabrik,” ungkapnya.
Sayangnya aksi warga ini tidak digubris oleh pihak pengelola. Namun, akibat tidak digubris inilah warga emosi .
“Keberadaan pabrik ini tidak ada manfaatnya bagi warga. Dulu saat baru dibuka memang menerima warga sekitar, namun sudah diberhentikan dan diganti dengan tenaga dari luar,” ujar Nanang.
Dengan bantuan beberapa tokoh masyarakat dan desa serta pihak kepolisian, pihak pabrik pun akhirnya mau menemui warga di Balai Desa .
Salah satu perwakilan perusahaan, Musran, menyatakan akan memberi akses jalan dan akan membuka jalan untuk petani. “Kita akan realisasikan tuntutan warga termasuk akses jalan,” singkatnya.
Merasa tuntutannya dipenuhi perusahaan, para pendemo kemudian membubarkan diri dari balai desa. (ais/rvl)




