Pamit Sekolah, Siswi MTS di Sumenep Tak Pulang Seminggu, Diduga Sedang Bersama Gurunya

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Sepekan sudah gadis bernama FM (14), warga Dusun Pangtoros, Desa Gapuranah, Kecamatan Talango, Sumenep menghilang dari rumahnya. Keluarga pun akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke unit PPA polres Sumenep.

Hanya saja setelah laporan disampaikan, sampai saat ini belum ada hasil untuk mengungkap keberadaan FM. ”Sejak pamit mau berangkat ke sekolah seminggu lalu, dia tidak balik lagi ke rumah. Kami sudah berusaha mencari kemana-mana, dan mencoba menghubungi teman-temannya, tapi hasilnya nihil. Mereka mengaku tidak tahu menahu keberadaan dia. Makanya kami melapor ke pihak yang berwajib,” kata ayah kandung FM, Ahmad Ridwan (40), saat ditemui di rumahnya.

Ridwan menduga anak gadisnya yang masih duduk di kelas II salah satu Madrasah Tsanawiyah di Kecamatan Talaongo itu merupakan bagian dari skenario besar yang dirancang oleh pacarnya yang tak lain adalah gurunya sendiri.

Tiga bulan sebelumnya, FM pernah dua kali datang ke rumah gurunya, yang sekaligus pacarnya. Karena jengkel, FM akhirnta dipindah ke sekolah lain. Tapi baru dua bulan ia pindah sekolah, FM malah menghilang, dan hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

”Dua bulan lalu, anak gadis saya itu memang pernah mendatangi rumah gurunya, di Dusun Kuntong, Desa Cabbiye. Tapi sampai menginap karena diantar oleh famili gurunya. Nah akibat kejadian itu, anak kami pindahkan ke sekolah lain,” timpal Mas’ud (45) paman FM.

Setelah FM pindah sekolah lain, hubungan keduanya sempat terputus. Bahkan guru yang menjadi pacarnya itu, pergi ke Jakarta untuk menemui saudaranya. Namun yang bersangkutan hanya satu bulan berada di Jakarta, karena ia diminta pulang oleh pihak sekolah, lantaran ada pemberkasan guru sertifikasi, yang harus diselesaikan.

”Sejak gurunya pulang dari Jakarta, semangat belajar anak saya menurun. Bahkan ia jarang masuk sekolah, sebagaimana pemberitahuan dari pihak sekolah. Tapi kami tidak tahu dia ngumpet dimana, oleh karena itu, dugaan dia menjalin hubungan kembali dengan gurunya semakin kuat,” ungkapnya.

Dikatakannya, peristiwa memalukan bagi keluarga FM itu bermula dari bulan Februari 2015. Waktu itu FM dikasih uang dan handphone gurunya tersebut. Setelah menerima pemberian tersebut, FM sempat sakit dan sering jatuh pingsan. Dan saat sadar, ia selalu menyebut nama gurunya itu.

Permintaan gurunya untuk memacari FM pun pernah ditolak orang tua karena FM masih ingin bersekolah. "Lagi pula waktu itu FM masih duduk di bangku kelas I MTs, sehingga merasa tidak pantas untuk berpacaran," ungkap Ridwan.

"Namun, lambat laun, FM akhirnya menjadi dekat dan sangat sayang terhadap gurunya tersebut usai pemberian handphone itu," imbuh Ridwan. (fay/rvl)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Pamit Sekolah, Siswi MTS di Sumenep Tak Pulang Seminggu, Diduga Sedang Bersama Gurunya