
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Dr. Firman Pria Abadi mengaku kesulitan membuang limbah medis hampir di semua Puskesmas di wilayah Kabupaten Sampang. Pasalnya, instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) yang menjadi tempat pembuangan limbah, hingga saat ini belum dimiliki Puskesmas tersebut.
"Ya terpaksa kita timbun di dalam tanah. Sebagian yang lain, kita kirim ke Puskesmas yang memiliki IPAL," kata Firman Minggu (24/5).
Dijelaskan Firman, dari 21 Puskesmas yang ada di daerahnya, baru dua Puskesmas yang mempunyai IPAL, yakni Puskesmas Kedungdung dan Puskesmas Omben.
“Faktor minimnya IPAL di Puskesmas ini akibat anggaran yang terbatas. Sehingga pembangunannya atau pembuatan IPAL tidak bisa dilakukan secara serentak,” ucapnya.
Kendati demikian, tahun ini Dinas Kesehatan telah mengajukan kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan sepuluh IPAL dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
“Kalau disetujui tahun ini kita targetkan pembuatan 10 IPAL, jadi totalnya ada 12 pembuatan IPAL. Kami menargetnya tahun 2017 sebanyak 21 Puskesmas sudah mempunyai IPAL semua,” pungkas dia. (hri/rvl)



