Tiap Hari Bakar 2-3 Kwintal Ikan Segar, Sentra Pengasapan di Balongdowo Bojonegoro

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kepulan asap membumbung di udara sekitar Dusun Balongdowo, Desa Karangdayu, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Asap berwarna putih itu muncul dari puluhan rumah warga sekitar.

Saat wartawan bangsaonline.com mendekat di salah satu rumah warga sekitar yang muncul kepulan asap itu, ternyata di dalamnya terdapat beberapa ibu-ibu yang sedang bekerja. Ibu rumah tangga itu ternyata sedang sibuk memanggang (mengasap) ikan laut. Aroma sedap asapan ikan laut menguat dihidung. Namun, hawa panas dan kepulan asap dari bara yang digunakan untuk mengasap ikan itu sedikit membuat kedua mata terasa perih.

"Monggo melebet mas (silakan masuk mas),” ujar salah satu ibu bernama Lastin (30), saat mempersilakan wartawan bangsaonline.com masuk ke dalam rumah itu.

Dia menjelaskan, di dusun tersebut merupakan sentra pengasapan ikan laut sejak puluhan tahun lalu. Menurut dia, pengasapan ikan tersebut sudah turun-temurun dari kakek-neneknya. Sehingga sampai saat ini warga sekitar masih banyak yang melakukan pengasapan ikan sebagai pekerjaan sehari-hari. Dia juga mengakui jika usaha mengasap ikan laut itu banyak untungnya.

"Disini (Dusun Balongdowo,red) ada 12 rumah yang mengasap ikan laut. Belum lagi Dusun Centung dan Karangrejo serta Desa Karangdayu. Ya, kalau satu desa ada sekitar 80 orang lebih yang mengasap ikan laut,” terangnya.

Ikan yang diaspap itu antara lain, ikan lele, wader, kutuk, bandeng, nila dan jawal. Dalam sehari usaha milik Kasuri (40) dan Suparwati (35), itu mengasap sedikitnya 2 sampai 3 kuintal ikan (200 sampai 300 kilo gram ikan). Yang paling banyak diasap, kata dia, jenis ikan lele, terkadang sampai 1.5 kuintal. Sedangkan ikan laut seperti jawal dan sejenisnya hanya 80 kilo gram sampai 1 kuintal.

"Ikan lautnya langsung dikirim Lamongan terkadang Tuban, kalau ikan lele beli di pasar Kecamatan Baureno,” katanya.

Bara yang digunakan untuk mengasap itu terbuat dari batok atau kulit kelapa yang sudah kering. Selanjutnya ikan yang sudah ditusuk dengan kayu bambu diletakan diatas tungku sepanjang sepuluh meter yang dibuat secara manual menggunakan batu-bata.

"Untuk mematangkan ikan, kurang lebih selama setengah jam. Tetapi sekali manggang kurang lebih 80 ikan masuk diatas tungku ini,” tambahnya.

Setelah semua ikan matang, lanjut Lastin, sekitar pukul 22.00 WIB pemilik usaha ikan asap itu membawa ke pasar Lamongan dan sekitarnya untuk dijual. Namun, mayoratis para pengasap ikan itu sudah mempunyai langganan sehingga tidak kesulitan menjual ikan panggangnya.

"Dari dahulu sampai sekarang peminat ikan asap masih tinggi, khususnya warga kalangan menengah kebawah,” tandasnya.

Harga jual ikan asap tersebut lumayan tinggi di pasaran, untuk jenis lele senilai Rp 2.000 sampai Rp 3.000/biji. Jenis Bawal Rp 4.000/biji, wader Rp 3.000/biji dan jenis Kutuk Rp 10.000/biji.

Sementara itu pemilik usaha ikan asap Kasuri (40) mengatakan, pengasapan itu dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Dia mempekerjakan empat ibu rumah tangga di sekitar rumahnya, termasuk Bu Lastin dan rekannya untuk menjalankan usahanya itu. "Omset saya kurang lebih Rp 3 juta per bulan. Itu kalau pasokan ikan tidak telat,” tuturnya.

Ia mengakui jika ada beberapa kendala dalam usahaya itu, seperti pasokan ikan laut telat, harga ikan mahal dan pasokan kulit kelapa kosong. Meski demikian, ia akan terus menjalankan usahanya itu. "Asalkan tlaten (terus-menerus,red) pasti untung. Disini merupakan sentral pengasapan ikan laut selain di Desa Kauman Kecamatan Baureno, jadi ya akan terus mengasap ikan,” pungkasnya. (nur/nis)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Tiap Hari Bakar 2-3 Kwintal Ikan Segar, Sentra Pengasapan di Balongdowo Bojonegoro