LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Meski Lamongan menjadi salah satu produsen ikan terbesar, namun tingkat konsumsi ikan masyarakatnya masih di bawah rata-rata nasional. Yakni hanya mencapai 25,78 kilogram perkapita pertahun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Suyatmoko pada BANGSAONLINE.com, Kamis (21/05).
Dikatakannya, kabupaten Lamongan merupakan salah satu produsen ikan terbesar di Jawa Timur dengan hasil produksi sebesar 116.972,963 ton pada tahun 2014. Dengan rincian 74.625,4 ton diproduksi dari perikanan tangkap dan 42.346,963 ton diproduksi dari perikanan budidaya.
"Namun dari seluruh jumlah produksi ikan tersebut, hampir 85 persen masih dipasarkan dalam bentuk segar. Tidak hanya itu, tingkat konsumsi masyarakat Lamongan juga masih sangat rendah yakni dibawah nasional, yaitu 25,78 kg per kapita per tahun," ungkapnya.
Oleh karena itu, Suyatmoko mengungkapkan, diperlukan inovasi olahan produk perikanan serta nilai tambah untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Lamongan, yaitu lomba Cipta Menu Kreasi Ikan dan Menggoreng Ikan.
Bupati Fadeli pun mendukung kegiatan tersebut. Dia mengapresisasi kegiatan yang kali ini tak hanya pejabat saja yang bisa ikut event lomba Cipta Menu Kreasi Ikan dan Menggoreng Ikan.
"Saya sangat senang pada lomba tahun ini. Tak hanya pejabat yang dapat mengikuti, tetapi juga masyarakat, para lurah, kades dan pelaku usaha perikanan. Kabupaten Lamongan adalah gudangnya ikan. Jadi jangan sampai masyarakatnya kurang gizi ikan, apalagi protein yang terkandung dalam ikan baik untuk balita dan ibu hamil", lanjut Fadeli.
Lomba menggoreng ikan itu sendiri diikuti oleh 300 peserta. Sedangkan lomba cipta menu kreasi ikan diikuti oleh 27 kecamatan.(ais/rvl)




